29 Nov 2016

Pangdam XVIII Kasuari: 1 Desember Jangan Dibesar-besarkan

Pangdam XVIII Kasuari Papua Barat Mayjen TNI Joppie Onesimus Wayangkau  tiba di Manokwari, Papua Barat/Foto: wartaplus.com
Pangdam XVIII Kasuari Papua Barat Mayjen TNI Joppie Onesimus Wayangkau tiba di Manokwari, Papua Barat/Foto: wartaplus.com

SuaraDukaNews: MANOKWARI,-Pangdam XVIII Kasuari Papua Barat Mayjen TNI Joppy Onesimus Wayangkau mengimbau, agar 1 Desember 2016 yang selalu diperingati sebagai sejarah Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk tidak dibesar-besarkan.  Hal ini disampaikan Wayangkau disela-sela coffe mourning bersama wartawan di Markas Kodam Kasuari Papua Barat, Selasa (29/11) siang.  Menurut Wayangkau, kalau hanya sekelompok orang yang mengatasnamakan pribadinya untuk menaikan Bintang Kejora pada 1 Desember, entah di pepohonan dibiarkan saja dan tidak perlu dibesarkan ke publik.

Sebab itu hanya memperkeruh keamanan ditengah masyarakat. Apabila ada yang sengaja menaikan bendera, maka silahkan aparat keamanan yang memproses.  Belajar dari pengalamannya di Jayapura Papua, ia pernah bertemu para wartawan disana untuk menyampaikan hal yang sama, misalnya kalau bendera itu dinaikan pada pohon di hutan-hutan, maka sulit untuk dipastikan siapa yang bertanggung jawab.
Namun untuk mengamankan situasi pada 1 Desember mendatang, maka tidak perlu dibesarkan karena hanya kepentingan oknum.  Untuk itu pendekatan yang paling bagus adalah bagaimana melakukan pendekatan kepada para pihak yang tidak ingin membuat situasi Papua ini tidak aman. “Saya yakin bahwa semua orang di Papua tidak bertindak, sebab hanya oknum yang ingin membuat 1 Desember sebagai bagian dari keinginan untuk mengacaukan kondisi keamanan di Papua dan Papua Barat,” pesan Wayangkau.  Dirinya kembali menyebutkan bahwa setiap 1 Desember memang diakuinya selalu diperingati, namun setidaknya situasi itu harusnya di lupakan dan bagaimana memfokuskan diri untuk membangun Papua ke arah yang lebih baik lagi.
Secara terpisah Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat, George Dedaida mengimbau kepada elemen masyarakat adat Papua untuk tidak melakukan aksi demo pada momen 1 Desember. Pasalnya kegiatan tersebut hanya menganggu keamanan ditengah masyarakat.
Ia mengatakan, setidaknya momen seperti itu digunakan untuk bagaimana membicarakan perkembangan pembangunan di Papua ini. Sebab kalau melaksanakan kegiatan yang bertentangan, dikuatirkan hanya merugikan diri sendiri dan orang lain.  “Saya berharap elemen masyarakat adat Papua Barat untuk menggunakan kesempatan yang ada untuk bersama-sama membangun Papua Barat,” kata Dedaida kepada wartawan, Senin (28/11) malam. [Alberth]

Sumber : http://www.wartaplus.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments System

Disqus Shortname

Full Width CSS