Tampilkan postingan dengan label suara perlawanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suara perlawanan. Tampilkan semua postingan

1 Jun 2017

Laurenzus Kadepa: Menyudutkan KNPB bukan solusi

by on 00.30
Ilustrasi Massa KNPB - Dok. Jubi

SuaraDukaNews, Jayapura – Anggota DPR Papua Laurenzus Kadepa mengatakan, pernyataan polisi yang menyebut tiga pelaku pembunuhan dosen Uncen beberapa pekan lalu merupakan anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bukan solusi mengungkap berbagai kasus kriminal yang terjadi di Kota Jayapura belakang ini.


Ia mengatakan, pernyataan seperti itu tanpa didasari bukti yang jelas hanya akan memperkeruh suasana, menimbulkan masalah baru, dan menanam benih-benih permusuhan.
"Kami belum tahu ada apa di balik semua ini. Apa tujuan dan target polisi. Tapi hal seperti itu justru akan menimbulkan kebencian. Harusnya diusut," kata Kadepa menjawab pertanyaan Jubi, Selasa (30/5/2017).
Menurutnya, DPR Papua tidak berada pada posisi membela kelompok tertentu, namun para anggota dewan dipilih oleh rakyat, mereka ada perwakilan rakyat sehingga sudah menjadi kewajiban DPR Papua bersuara jika ada masyarakat atau kelompok masyarakat merasa diperlakukan tidak adil.
"Kewajiban kami melindungi semua masyarakat kami," ujarnya.
Kata politikus Partai NasDem itu, yang pihaknya inginkan adalah terciptanyan keamanan, kenyamanan dan ketertiban di masyarakat. Semua pihak tidak saling mengganggu yang bisa menjurus pada aksi anarkis.
"Kami tidak ingin ada gesekan di masyarakat dan mengorbankan orang tak bersalah," katanya.
Pekan lalu, Polres Jayapura Kota menerbitkan DPO terhadap tiga orang yang dinyatakan pelaku pembunuhan dosen Uncen beberapa pekan sebelumnya. Polisi menyebut ketiganya merupakan anggota KNPB Jayapura.
Menanggapi itu, Sekum KNPB Pusat, Ones N. Suhuniap mengatakan, hal itu fitnah, ketiga DPO polisi itu bukanlah anggota KNPB. Mereka tidak terdaftar sebagai anggota organisasi itu.
"Kami perlu luruskan karena tiga orang ini bukan anggota KNPB. Polisi silakan mencari mereka dan menangkap mereka untuk mempertanggungjawabkan secara hukum," kata Ones Suhinap kala itu. (*)

Sumber: http://tabloidjubi.com

Aparat TNI Porli Tangkap 77 Aktivis KNPB Merauke,Saat mengaadakan Ibadah syukuran

by on 00.23
Suasana penagkapan Aktivis KNPB Merauke, (31/17) di Merauke West Papua.

SuaraDukaNews,Merauke—Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Almasu Merauke dikabarkan dapat tangkap dari apara MIliterisme. Rabu, (31/5/2017) di Jln Domba 4 rimba Jaya Merauke


Informasi yang dihimpung awak media, dua orang dari BP.KNPB Pusat Mecky Yeimo dan Fero Huby sedang BAP diruang reserse porles Merauke.

Sebanyak 77 aktivis  ditangkap  usai mengaadakan Ibadah syukuran pengukuhan Badan pengurus Komite Nasional Papua Barat yang baru dibentuk.

Ini data penangkapan yang diterima wartawan Mapegaa via pesan singkat dari tempat kejadian 

1. Moses Katingam
2. Petrus W. K
3. Soter Titimeo
4. Markus Golap
5. Simon Imirigan
6. Kristianus Yandun
7. Kakirikus Wambon
8. Yakobus P Bunman
9. Lukas Arawok
10. Klementinus G. Ingariop
11. Yohanis Alveres Arawok
12. Klementino M. Torip
13. Mariana Oktoviana Okdinon
14. Tobias Okdinon
15. Bernadus Ogilin
16. Yohanis K. Tembutan
17. Alfons A. Bendokbiran
18. Anselmus Petrus Kanganan
19. Yohanis Herman Dambujai
20. Kansius Kabinimu
21. Agustinus Tamen
22. Paulus Kabinimi
23. Saferinus Watak
24. Ikom Linus Torip
25. Yosep G. P. Kambun
26. Faustinus Srenem
27. Stefanus C. Tikuk
28. Maselus Anggentop
29. Martinus Atuk
30. Filemon Vakaimar
31. Yahanis Yawon
32. Tadeus Kaiman
33. Akbar Forky
34. Krisantos Yama
35. Yustinus Aipit
36. Paulinus Kanakaimu
37. Yahakim Buer
38. Aco Yobar
39. Wilfredo Dumbon
40. Robet Kayun
41. Engky Tanauje
42. Yakobus Yei
43. Thedorus Y. Kaunggip
44. Meky Yeimo
45. Leonardus Boy Kubu
46. Emelianus M. Nemop
47. Melinda Imelda Nemop (3 Thn)
48. Yosep Ch. Imbanop
49. Anisetus Kanggion
50. Polikarpus Y. Kaize
51. Kosmas Kaize
52. Bren Bivak
53. Kornelis Piri
54. Kalvin Piri
55. Yahanis K Kaipman
56. Rikardo Pisakai
57. Roni Piri
58. Ruben Pisakai
59. Yesaya Esi Piri
60. Anonias Amkai
61. Hendrikus Kandaimu
62. Antonius Ronkoa
63. Kristianus Kondomo
64. Andreas . A
65. Yanuarius
66. Stevanus. A
67. Yunias Yelem
68. Ruben Kayun
69. Yosep Minipko
70. Charles Sraun
71. Emanuel Metemko
72. Ibu. Panggrasia Yeem
73. Marius Kateng
74. Yoseph Novaris W. Apay, dan
75. Petrus Katem
76. Yosep Bob Muyan
77. Veronika Huby

Ketika dikonfirmasi wartawan, aktivis KNPB yang ditangkap untuk saat ini masih ada di Polres Kolonial Merauke.

2 Des 2016

Masyarakat dan Gereja Pasifik puji aksi FRI West Papua

by on 22.03
Massa aksi 1 Desember yang dilakukan bersama FRI West Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua se Jawa-Bali di Jakarta - IST

Jayapura, Jubi – Komunitas masyarakat sipil Pasifik memberikan apresiasi dan pujian pada aksi FRI West Papua 1 Desember lalu. Kalangan gereja Pasifik pun menunjukan penghargaan mereka untuk FRI West Papua.
“Selama persekutuan PIANGO (Asosiasi LSM Pasifik) dan PCC (Konferensi Gereja Pasifik) di Suva kemarin (1/11/2016), kami membahas aksi FRI West Papua pada 1 Desember lalu. Kami sampaikan penghargaan kami pada mereka,” kata ekumenis animator PCC, Sirino Rakabi kepada Jubi, Sabtu (3/11/2016).
Kata Rakabi, pada 1 Desember PCC dan PIANGO melakukan persekutuan doa untuk mendoakan perempuan Papua Barat dan anak-anak, pemuda dan pemimpin gereja karena mereka terus mendorong penentuan nasib sendiri. Mereka berkumpul di kantor PIANGO sekaligus mengikuti aksi kampanye global pengibaran bendera Bintang Kejora.
"Saya pikir penting untuk kita berdiri di celah penindasan pemerintah Indonesia pada rakyat bangsa Papua sehingga cahaya dan damai sejahtera Allah bergerak kepada mereka dari rasa takut untuk kebebasan dan cinta. Itu juga fokus persekutuan kami,” lanjut Rakabi.
Sebagai anggota gerakan solidaritas untuk Papua Barat, PCC lanjut Rakabi, PCC juga merenungkan segala tantangan yang telah diatasi selama mendedikasikan waktu dan hidup mereka pada isu Papua Barat dan Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Sushil Patel dari Sekretariat PIANGO mengatakan para pemimpin Pasifik siap mendorong perhatian dunia pada masalah Papua Barat.
"Kami juga berterima kasih kepada Tuhan karena menguatkan kami untuk mendukung para pemimpin kita yang berdiri di garis depan pengambilan keputusan platform internasional dan regional mendorong perhatian dunia dan tindakan pada Papua Barat," kata Patel.

Persekutuan doa selama dua jam ini berakhir setelah upacara pengibaran bendera Papua Barat, Bintang Kejora. (*)


Sumber : http://tabloidjubi.com/

Lima anggota KNPB ditahan karena graffiti Papua Merdeka

by on 13.08
Kondisi sekretariat KNPB Wilayah Sentani setelah dicat oleh anggota Polisi dari Polres Jayapura - Jubi/Yance Wenda

Jayapura, Jubi - Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Sentani, Agus Bahabol mengatakan, lima orang anggota KNPB ditahan polisi dari Kepolisian Resort Jayapura. Kelimanya ditahan saat berada di secretariat KNPB Sentani.

“Tadi pagi pukul 9:00 WP teman-teman semua ada di sekretariat KNPB wilayah Sentani. Namun polisi dari Polres di Doyo datang dengan 18 mobil. Diantaranya dua truk Dalmas, enam avanza dan 10 strada,” jelas Agus.
Lanjutnya, pihak kepolisian ini kemudian memerintahkan anggota KNPB yang berada di sekretariat untuk duduk di depan sekretariat.
“Lalu mereka sita HP dan menurunkan cat yang ada di sekretariat. Polisi pakai cat itu untuk cat dinding, pintu toilet, orang bergambar Bintang Fajar dan papan white bord milik sekretariat,” ujar Agus.
Tak hanya mengecat sekretariat, polisi juga menahan  lima aktivis KNPB dan dibawa ke Polres Jayapura. Kelimanya adalah Vino Bahabol, Risal Bahabol,  Andreas Bahabol, Robby Penggu dan Ody Kobak.
Kasat Intel Polres Jayapura Iptu Budi Santoso mengatakan kelimanya ditahan karena ada laporan dari pemilik tembok yang dicat dengan graffiti tentang referendum dan Papua Merdeka.
"Orang yang punya tembok keberatan. Dia lapor ke polisi, Kalau kita bicara baik-baik nanti saya sampaikan kepada pimpinan saya untuk jalan keluarnya,"  ucap Iptu Budi kepada Agus Bahabol melalui sambungan telepon.
Budi menambahkan, kelimanya akan diperiksa terlebih dulu sebelum dikeluarkan.
"Nanti kamu ketemu saya dulu di lapangan Theys baru kita ketemu pimpinan saya sama-sama. Kalau tidak hari ini, nanti besok baru di keluarkan. Mereka diperiksa Reskrim dulu baru nanti saya lapor pimpinan saya," ujar Iptu Budi lagi. (*)

Sumber : http://tabloidjubi.com/

Foto2-Foto KNPB Asmat Mediasi Rakyat Papua, Peringati Hari HUT West Papua

by on 10.59

KNPB ASMATNEWS: Kamis 1Desember 2016 Komite Nssional Papua Barat KNPB Wilayah Asmat, SEKTOR FAYIT memediasi Rakyat west Papua Sektor Fayit melakukan ibadah memperingati Hari lahirnya embri Negara Republik Of West Papua pada tahun 1Desember 2016.
Kegiatan ibadah di mulai pada pukul 09.00 sampai selesai waktu west papua.
Kegiatan ibadah ini dihadiri rakyat west papua mendiami sektor fayir dan sekirtarnya untuk merayakan HUT Lahir Embri Negara Republik of West Papua yang ke 55 pada tanggal 1 Desember 2016 dengan Thema ” SEGERA KEMBALIKAN KEDAULATAN BANGSA PAPUA.

Berikut foto-foto kegiatan:



























Sumber : KNPB ASMATNEWS

Comments System

Disqus Shortname

Full Width CSS