Tampilkan postingan dengan label pictures. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pictures. Tampilkan semua postingan

19 Agu 2016

BUDAYA KU, JATIDIRI KU PATUT KU HARGAI DAN MENJAGANYA.

by on 13.42
Anak Noken, Alex Balloy

Suara Duka : Bukannya apa tetapi hanya melestarikan budaya saya sebagai anak KOTEKA di Media Sosial, Maaf ya kalo ada yang tudak suka dgn penampilan saya.
Budaya ku jati diriku patut ku hargai, Patut Jaga dan patut kulestarikan Nilai-nilai Budayaku, 
Koteka bukan simbol kemiskinan dan Orang Terbelakang tapi melainkan busana suku saya yaitu Suku DANI, Koteka merupakan pakean tradisonal Nenek Moyang saya dari pengunungan tenggah di papua pada kususnya masyarakat Saya Suku Dani

Walaupun ini Jaman Modern saya tidak Terpengaruh dengan itu, Inilah Diri saya dan Budaya saya sebagai Anak NOKEN,
Kumerantau Dari Pulau ke pulau,  Dari kota ke kota, Dari gunung ke gunung, Danau ke danau Mengejar  Ilmu Bukan berarti saya Lupa budaya , 
Budaya saya adalah Identitas saya sebagai anak Koteka, Biar kumelintasi laut samudra " Budaya saya tetap bersama diriku Kawan.

za melihat perkembangan dunia menghipnotis anak-anak jaman sekarang sehinga susah untuk memakai pakean adat Padahal Budaya adalah identitas & jati diri setiap suku dan bangsa, hal ini terjadi karena pengaru budaya asing sehingga masyarakat lebih kehilangan budaya adat isti-adat yang semestinya harus dilestarikan.
Saya Percaya diri saya dan saya tidak mau diriku disamakan atau menjadi diri orang lain.
Goresan Percikan Api Untuk Koteka KawaAlex Balloy


WASPADA,,!! Pembunuhan Orang Papua dengan Motif Tabrak Lari Meraja Lela.

by on 12.20

Suara Duka : Pada saat ini negara penjajah indonesia kehabisan akal sehatnya dan sedang kepanikkan bagaikan cacing kepanasan dan babi liar yang jalan mencungkil disana sini dengan sembarangan.
Kolonial Demi mempertahan West Papua di dalam Bingkai NKRI, Apapun Bisa dilakun Demi Kepenting, Kekuasaan Ekonomi, Politik dll.

Berbagai strategi yang sedang ia pasang didalam semua aspek kehidupan guna untuk menghabiskan kita Orang Asli Papua dari Tanah Papua dalam waktu jangka Pendek.

Beberapa strategi telah kita ketahui dengan langsung seperti " Tabrak lari "Meracuni Makanan, Minuman dan Mengangkat OAP yang sedang berjalan sendiri kedalam mobil hingga dibunuh lalu dibuang, Adapula yang menyamar sebagai mas ojek , tukan bakso dan pedagang kaki lima lainnya " dan masih banyak lagi cara yang sedang digunakan.

Beberapa cara penjajah telah kita ketahui melalui kasih sayang Alam Papua hingga ia memberi penerangan akan hal-hal yang dapat menghabisi kita OAP.

Maka bagi kita yang sedang berjuang murni janganlah pernah memusuhi dan berbuat yang tidak disukai oleh Budayamu , Alammu dan Roh Pribadimu sebab merekalah penjaga dan pelindungmu.

Biarkanlah mereka yang sudah lama bergabung dalam merah putih dan telah menjadi kaki tangan Indomie dan melakukan sesuai keinginan mereka sebab mereka ialah setengah manusia dimata Alam Papua maka Alam akan sendiri mencabut nyawa Mereka.

Mari Bersuara demi Mamamu Alam PAPUA...!!!

TPNPB-OPM,Membanta Yang Menyerakan Diri pada HUT NKRI Itu Bukan Angota Kami.

by on 11.55
Percikan Api Yang Membara

Suara Duka : TPNPB-OPM_NEWS : Bangsa West Papua seperjuang dari Sorong sampai Samarai bahwa jangan mudah percaya publik media kolonial NKRI,
Kami TPNPB-OPM Tidak perna mau tunduk pada NKRI Sampai Hak Penentuan Nasib Sendiri.
Orang Asli Papua (OAP) jangan percaya media Musu Kolonial NKRI Yang Mempublikasi berita bahwa Angota OPM Menyerakan diri pada hari HUT NKRI Yang 71,
Sekali lagi kami menghimbau kepada Seluru Masyarakat bahwa yang menyerakan diri itu bukan Angota TPNPB-OPM, Kami tidak tau mereka dari Mana.

Rakyat West Papua Jangan Percaya itu pembohongan Publik Pemda kabupaten Puncak Jaya bahwa TPNPB-OPM telah menyerahkan diri, 
Kalo memang benar mereka angota OPM mana bukti  mereka meletakan alat kekuatan, mereka, yakni SENJATA ?
Maka kami menilai bahwa Pemda Puncak Jaya pembohong publikasi, mereka itu hanya masyarakat Perkampungan saja yang mengatas namakan TPN-OPM. demi kepentingan perut.
Kami TPNPB tidak tau siapakah nama Boni Telenggen dan teman2-nya itu kami tidak mengenal mereka. 

Yang kami kenal pimpinan dan anggota TPNPB-OPM dulu sampai sekarang masih aktif. sehingga Nama2 Pimpinan yang tersebut di 3 Wilayah/Kabupaten, yang ada sedang aktif adalah: 
1. Gen. Goliath N. Tabuni 
2. Gen. Titus Murib 
3. Gen. Anthonius Tabuni 
4. Gen. Peni Murib/Wakerkwa 
5. Brid. Lekagak G. Telenggen 
6. Brid. Okiman P. Wenda 
7. Brid. Anthon Wanimbo 
8. Brid. Militer Murib 
9. Brid. Beni S. Tabuni 
10. Brid. Gulangga Wenda 
11. Brid. Dinus T. Wakerkwa 
12. Gen. Ayub Wakerkwa 
13. Brid. Yomando Wakerkwa dll.

Jadi pimpinan dan anggota tesebut di atas ini yang masih aktif. Jadi Rakyat West Papua jangan mudah percaya media kolonial NKRI. 
Pesang bahwa kami tetap berjuang samapai Papua Merdeka/kalau tdk sampai Dunia Kiamat, tetap merjang TPNPB- OPM Free Wes Papua.

Sumber : TPN-PB OPM NEWS

Sebarkan, Foto-foto Orang Asli Papua Pimpin Hari HUT NKRI, Demi Sesuap Nasi.

by on 04.00

Suara Duka : Jayapura_Gagal Berfikir, Orang asli Papua yang tunduk pada Merah Putih dan Lupa Jati diri demi sesuap nasi.
Merasa diri orang asli Papua. Yang memiliki kulit hitam, rambut kiriting STOP Jadi Judas.

Apakah kamu tidak sadar rakyat West Papua selama ini dijaya oleh Kolonial NKRI Demi kepenting, Kekuasaan, Ekonomi dan Politik.
Dimana Jati diri anda sebagai Orang Asli Papua ?

Kalo ko orang Orang  asli Papua (OAP) yang tidak tau Ideologi penentua Nasib sendiri, Ko harus kembali ke akar adat dan budayanya yang sebagai Identitas Pribadinya, menyiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh agar menjadi pribadi yang tangguh, memiliki kemampuan intelektual yang memadai dan moral yang baik. 

Hanya dengan memiliki sikap batin demikian, orang asli Papua bisa membangun negerinya sendiri, serta menemukan jati diri. Untuk semua kebaikan dan segalanya yang baik, orang asli Papua perlu kembali ke akar adat dan budayanya. Jangan biarkan akar adat dan budaya tercabut dan kering. Kembalilah ke rumah adat. Di sana ada hidup, kehidupan dan harmoni. Di sana ada cerita dan kisah tentang hidup dan masa depan Papua yang lebih baik.
  

Ko orang asli Papua tetap yang malas tahu dan tidak kembali ke akar adat dan budayanya, maka lambat laun Papua akan hancur terurai dan tak seorang pun akan bisa menghidupkannya kembali. Sebelum terlambat, sekali lagi, kembalilah ke rumah adat dan timbalah kebajikan untuk selanjutnya dipakai dalam melayani dan membangun Papua yang lebih baik.

Bahasa adalah jendela budaya Tetapi dengan hilangnya berbagai bahasa ibu di Tanah Papua, menunjukan bahwa bahasa ibu semakin berkurang, sehingga terjadi krisis identitas manusia Papua,Permasalahan sosial, politik, dan kebudayaan serta perubahan pada struktur sosial kelompok-kelompok etnis di Papua, telah berdampak pada identitas ke-Papua-an. "Perubahan struktur, dalam hal ini termasuk keinginan dan hak untuk hidup setara dengan manusia lain di bumi dalam perkembangan kebudayaan,

Berikut Foto - foto Judas Papua Yang Pimpin hari HUT Kolonial NKRI :






Foto ini diambil Melalui Akun Fb Huby Nia

18 Agu 2016

Mahasiswa Tolikara Keluhkan Dana Studi Akhir yang Belum Cair

by on 21.57
foto:Tampak dua puluh ketua korwil se-Jawa dan Bali   mengusulkan berbagai keluhan (Ecius/Binpa)

Suara Duka: JAYAPURA- Sebanyak 20 Ketua Korwil Mahasiswa se-Jawa Bali mengeluhkan dana studi akhir, untuk biaya menyusun skripsi  dan pembayaran rumah kontrakan. Pasalnya tahun 2016 dana study akhir  yang dianggarkan sebesar Rp 5 milyar lebih, nelum realisasikan.
Ketua II DPR yang juga ketua KNPI Tolikara Yotam  Wenda,S.H, di Sentani Sabtu (14/08) menyatakan, sumber daya manusia Tolikara adalah tulang punggung untuk masa depan Papua,  sehingga dana study akhir  untuk mahasiswa harus segera dicairkan
“saya minta mereka harus memberikan kelancaran  kasihan adik-adik ini,mereka sudah datang dari jauh, tetapi kebutuhan mereka tidak dijawab. ini aneh untuk itu dinas P dan P agar segera realisasikan dana studi akhir,”kata dia
Lanjut Yotam Dana Ini kan sudah ada tetapi kendalanya di dinas P dan P ataukah,Bupati ini haru jelas. Masalah ini juga  harus  diseriusi sebab Kabupaten Tolikara  sudah berusia 14 tahun, namun   menyiapkan sumber daya manusia sudah  gagal.
Ketua Korwil Jakarta,Wemison Wenda menyatakan data seluruh mahasiswa kota study masing-masing sudah dikumpulkan kepada dinas P dan P,  namun pihaknya masih menunggu Bupati untuk tandatangan.
Menurut Wemison Kepala Dinas P dan P Plt.Anton Warkawani sudah menerima data base tersebut, namun mereka  masih menunggu Bupati karena Bupati tengah berada di luar Papua.
“dinas dorang bilang harus ada tanda tangan bupati jadi kami sudah ke temu bupati dan beliau janji hari  kamis akan tanda tangan, tetapi  dia pergi ke luar Papua belum kembali,”kata dia
Lanjut Wenda ini rasa tangung jawab kami sehingga kami meninggalkan aktifitas kuliah pulang ke Tolikara sudah tiga bulan lebih, itu pun Bupati belum merespon baik, sehingga kami tetap menunggu hingga titik ada terangnya,”katanya. (Ec/don)

17 Agu 2016

HUT NKRI YANG KE 71, KNPB MELANTIK 23 PEGURUS SEKTOR 10 SUB SEKTOR WILAYAH PORT NUMBAY JAYAPURA .

by on 00.03

HUT NKRI YANG KE 71 KNPB MELANTIK 23 PEGURUS SEKTOR 10 SUB SEKTOR WILAYAH PORT NUMBAY JAYAPURA .
KNPB PUSATNEWS_Jayapura 17 Agustus 2016. Komite Nasional Papua Barat KNPB wilayah Numbay, melatik badan pengurus 23 sektor dan 9 sub sektor dari Expo sampai di abe pante, dari skailand sampai di pasir dua jayapura.
Pelantikan 23 pengurus ini dilakukan pada hari rabu 17 agutus 2016 di halaman sekertariat KNPB pusat kampung Vietnam. Ibadah dimulai pada pukul 12 30 WPB sampai dengan berakhir pada pukul 14.30 WPB.
Pelatikan ini dilakukan dalam ibadah terbuka yang dihadiri seluruh pengurus KNPB pusat KNPB numbay serta 23 pengurus sektor bahkan juga seluruh anggota KNPB wilayah sentani, wilayah numbay dan KNPB pusat yang berdomisili di wilayah jayapura dan sekitarnya.
Sebelum melakukan pelantikan Pengurus sektor KNPB Numbay terlebih dahulu melakukan ibadah singkat yang di pimpin oleh Ev Jenius Wanimbo. Ibadah pelantikan pengurus sektor KNPB numbay, ini dilakukan dalam satu thema : IMAN ADALAH DASAR DARI SEGALANYA ,
Ev. Jenius Wanimbo dalam gotbahnya mengajak seluruh pengurus KNPB yang baru terpilih kerja di tingkatan sektor dan pengurus KNPB wilayah Numbay mengedepankan tuhan dalam perjuagan.
Lebih lanjut jenis mengatakan kalian adalah alat untuk selamatkan manusia papua untuk masuk ke Papua baru tegas jenius. Kalian adalah musa-musa baru untuk membawa keluar bangsa Papua dari perbudakan ini tegasnya lagi.
Setelah melakukan Ibadah dilanjutkan dengan acara pelantikan badan pengurus KNPB sektor yang terpilih . Dalam i
Dihadap Pengurus KNPB pusat, Ketua Umum KNPB numbay Calvin Wenda sebelum melantik pengurus sektor terlebih dahulu membacakan surat keputusan atau SK, sekaligus dikukukan oleh Ev. Jenius Wanimbo disaksikan oleh pengurus pusat. Calvin Wenda setelah melantik pengurus sektor dalam pesan singkatnya mengajak seluruh pengurus sektor yang
23 Pengurus sektor yang didalamnya ada 9 sub sektor di wilayah port numbay, sektor-sektor yang tersebut antara lain: Angkasa, Tutul, Yapis, Bayangkara, Dok9, Apo, Polimak, Ukama Pega, Ekago Wiyai, Abe Panten, AS Nayak, As Mimin, Padang Bulan Yally, Organda, Tigi Deyai, Expo, Koteka, As Yahukimo, Rusia, Gubuk balinggama, Tangma, Koya Koso.
Acara pelantikan dan pengukuhan berakhir dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh ketua umum KNPB pusat Victor F. Yeimo, sambutan berikutnya oleh Ketua satu KNPB numbay Yimi Broway.
Ketua Umum KNPB pusat Victor Yeimo dalam sambutanya mengajak pengurus KNPB numbay dan pengrus sektor yang dilantik agar benar-benar memperjuangkan penetuan Nasib sendiri bagi rakyat Papua. Ada 4 pesan penting yang disampaikan ketua umum KNPB pusat.
Pertama Jayapura adalah pusat admintrsi kolonial dan kapitalis serta imperalisme oleh sebab itu pengurus sektor yang dilantik harus membentuk sub sektor sampai strutuk KNPB di sel-sel atau basis.
Yang kedua; kepada semua pengurus sektor, pengurus wilayah dan seluruh anggota KNPB agar tunduk dibawah aturan dan prinsip organisasi, selain itu semua pengurus dan anggota harus mengeri bagimana bergaulan dalam organisasi gerakan. Artinya jangan kita ada di KNPB jangan melihat orang, jagan kalian ada di KNPB bukan Karena saya tetapi harus tunduk pada aturan organisasi.
Yang ketiga Perjuagan Papua merdeka ini masih banyak dan masih panjang jangan bangka ketiga kita turun demo banyak rakyat papua ikut hadir, perjuangan ini banyak hal yang kita harus hadapi dan kerjakan kedepan tegasnya.
Yang ke empat, Konesekuwensi perjuangan adalah Masuk Penjara, DPO dan kita akan dibunuh oleh kolonial karena kebenaran yang kita perjuangkan, oleh sebab itu siapakan kekuatan siapkan mental untuk mengahadapinya.
Lebih lanjut ketua Umum KNPB mengatakan dalam dunia revolusi hanya ada dua hal yaitu , Memenagkan revolusi dengan senjata, Siapa yang memiliki senjata dia yang menang. Kemudian yang kedua siapa yang menguasai rakyat dia akan menagkan revolui, karena mengahiri revolusi hanya dua hal revolusi senjata atau revolusi sipil.
Kemudian sambutan Ketua I KNPB numbay mengajak kepada semua pengurus untuk melanjutkan perjuagan ini. Kita ini sama dengan biji sesawi mari kita mengedepankan tuhan melanjutkan perjuagan tegasnya.
Setelah sambutan dari ketua KNPB numbay berakhir pada pukul 13.00 WPB dilajutkan dengan acara rama-tama.

Berikut Foto-foto acara pelantikan Pengurus Sektor 10 Sub Sektor Wilayah Port Numbay Jayapura : 















15 Agu 2016

KNPB Nabire: Perjanjian New York Ilegal, Segera Gelar Referendum Di West Papua.

by on 09.55

Komite Nasional Papua Barat (KNPB)  wilayah Nabire (Meepago) saat usai mengadakan ibadah dan diskusi lanjut.( Foto: Dego/KM)

Suara Duka : Yogyakarta, (KM)--Komite Nasional Papua Barat (KNPB)  wilayah Nabire (Meepago) mengadakan ibadah dan diskusi lanjut. KNPB Nabire Nyatakan Rakyat Papau Barat mengutuk keras atas Perjanjian New York 15 Agustus 1962  silam. Kami rakyat Papau menuntut segera gerakkan refrendum di Papua Barat.

Karena, Persoalan Perjanjian New York 15 Agustus 1962 Kesepakatan Internasional Yang Ilegal, Segera gelar Referendum di West Papua. Penandatanganan Perjanjian New York (New York Agreemnent) antara Belanda dan Indonesia terkait sengketa wilayah West New Guinea (Papua Barat) pada tanggal 15 Agustus 1962 dilakukan tanpa keterlibatan satupun wakil dari rakyat Papua pada hal perjanjian itu berkaitan dengan keberlangsungan hidup rakyat Papua.

Hal ini dilaporkan oleh, Komite Nasional Papua Barat Wilayah Nabire (Meepago), yang diterima oleh Kabar Mapega, secara tertulis melalui  press Release, Senin, (15/08) Via Messager FB.

Perjanjian ini, tulis KNPB Wilayah Nabire, mengatur masa depan wilayah Papua Barat yang terdiri dari 29 Pasal yang mengatur 3 macam hal, dimana pasal 14-21 mengatur tentang ““Penentuan Nasib Sendiri (Self Determination) yang didasarkan pada praktek Internasional yaitu satu orang satu suara (One Man One Vote)”. Dan pasal 12 dan 13 yang mengatur transfer Administrasi dari Badan Pemerintahan Sementara PBB ‘UNTEA’ kepada Indonesia.

Setelah transfer administrasi dilakukan pada 1 Mei 1963, Indonesia yang diberi tanggungjawab untuk mempersiapkan pelaksanaan penentuan nasib dan pembangunan di Papua tidak menjalankan sesuai kesepakatan dalam Perjanjian New york.

Indonesia malah melakukan pengkondisian wilayah melalui operasi militer dan penumpasan gerakan prokemerdekaan rakyat Papua. Lebih ironis, sebelum proses penentuan nasib dilakukan, tepat 7 April 1967 Freeport perusahaan pertambangan milik negara imperialis Amerika telah menandatangani Kontrak Pertamannya dengan pemerintah Indonesia.

Klaim atas wilayah Papua sudah dilakukan oleh Indonesia dengan kontrak pertama Freeport dua tahun sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA). Sehingga, dari 809.337 orang Papua yang memiliki hak, hanya diwakili 1025 orang yang sebelumnya sudah dikarantina dan cuma 175 orang yang memberikan pendapat. Musyawarah untuk Mufakat melegitimasi Indonesia untuk melaksanakan PEPERA yang tidak demokratis, penuh teror, intimidasi dan manipulasi serta adanya pelanggaran HAM berat.

Keadaan yang demikian ; teror, intimidasi, penahanan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Papua terus terjadi hingga dewasa ini diera reformasinya indonesia. Hak Asasi Rakyat Papua tidak ada nilainya bagi Indonesia.

Maka, dalam rangka peringatan 53 Tahun Perjanjian New York/New York Agreement yang Ilegal, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire menyatakan sikap politik kami kepada Rezim Jokowi-JK, Belanda dan PBB untuk segera :

Pertama, Berikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua.

Kedua, Rakyat West Papua Mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB Meninjauh Kembali Perjanjian New York Agreemend Tersebut

Ketiga, Rakyat West Papua Mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB Segera Melaksanakan Referendum Ulang di West Papua Karena PEPERA 1969 tidak dilaksanakan sesuai dengan Perjanjian New York Agreemend.

Kemudian, Ketua PRD wilaya Nabire, Akulian Mote,  mengatakan, kami rakyat west Papua di Nabire mengutuk dengan tegas dan menolak perjanjian yang di lakukan pada tanggal 15 Agustus 1962.

“Kami juga mendesak kepada negara-negara dalam artian PBB untuk segerah merefiu ulang perjanjian-perjanjian  tersebut dan segera melakukan referendum ulang di west papua,” tegasnya saat wawancara via FB oleh media ini.


INDONESIA MEMBUNUH RUANG DEMOKRASI BAGI AKTIVIS OAP (ORANG ASLI PAPUA)

by on 09.14

SUARA DUKA : SAVE PAPUA_Persoalan mengenai pembungkaman demokrasi semakin menunjukkan derajat keterpurukkan pada prakteknya di Indonesia. Pembungkaman ini mewujud ke dalam beberapa hal seperti kasus kekerasan; pelarangan hak berpendapat, berekspresi, dan berorganisasi; kriminalisasi; bahkan tak jarang berbuntut pada kematian.

bukti pun terpapar. Kasus yang terakhir terjadi pada tanggal 15 Agustus 2016 saat Aliansi Mahasiswa Papua hendak melakukan aksi damai. Di jakarta 22 masa aksi ditangkap. Dan pemblokiran jalan di Perumnas II dan semua titik aksi kawan kawan KNPB di Adang oleh aparat kepolisian Republik indonesia banyak dari mereka di tangKaP 100an masa aksi melakukan aktivitas apapun. Tidak hanya itu, kriminalisasi juga terjadi di luar sektor mahasiswa, bahkan puluhan hingga ratusan aktivis jamak dilakukan pihak aparat sebagai alat represifitas Negara.

Kondisi darurat demokrasi melalui serentetan pembungkaman kebebasan berserikat, berekspresi dan mengemukakan pendapat dialami pula oleh banyak aktivis. 

Hentikan tindakan represivitas terhadap gerakan rakyat papua
Hentikan kriminalisasi dan bebaskan aktivis gerakan AMP, KNPB Dan rakyat papua
Hentikan kekerasan terhadap aktivis gerakan rakyat 
Hentikan pembungkaman terhadap ruang demokrasi di papua 
Buka ruang demokrasi seluas-luas nya dan berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat West Papua.

Negara Indonesia/TNI/POLRI memperlakukan Rakyat Papua secara tidak Demokratis di atas tanah leluhurnya sendiri. Namanya Demokrasi tak berguna 100% bagi Rakyat Papua, sebab segala aksi, demo, orasi yang dilakukan oleh AKTIVIS RAKYAT PAPUA dianggap tindakan KRIMINAL  oleh Negara Indonesia/TNI/POLRI serta TNI/POLRI semena-mena menangkap dan membunuh Aktivis Orang Asli Papua yang melaksanakan Demo Damai.
Tahun 1969 Hingga Detik Ini Ruang Demokrasi Tertutup Bagi Rakyat PAPUA !PEPERA yang di lakukan di kota Holandia saat itu (1969) secara tidak Jujur serta tidak adil. Pepera hanya dilakukan beberapa orang asli papua saja, serta anggota PBB yang mengikutinya mengaku pepera yang di lakukan oleh pihak Indonesia hanya memihak dan serta hanya memaksa rakyat papua tetap bertahan untuk Rakyat Papua tetap dengan Negara Indonesia. Setelah Indonesia meng-Aneksasi Rakyat PAPUA ke dalam Indonesia saat itulah Aktivis Orang Asli Papua menjadi Buruan TNI/POLRI yang hingga saat ini masih berlanjut.
Aktivis orang asli papua menjadi buruan TNI/POLRISecara kelihatan maupun tersembungi aktivis orang asli Papua di Intimidasi, di bunuh, serta menjadi DPO adalah yang di lakukan oleh Negara Indonesia secara tidak adil bagi Rakyat Papua.
Hari berganti hari salah seorang Rakyat Papua menjadi Mayat yang di bunuh oleh TNI/POLRI baik itu kelihatan maupun secara terencana
Minggu berganti minggu salah seorang Rakyat Papua menjadi Mayat yang di bunuh oleh TNI/POLRI baik itu kelihatan maupun secara tersembunyi
Bulan berganti bulan salah seorang Rakyat Papua menjadi Mayat yang di bunuh oleh TNI/POLRI dengan berbagai cara Misalnya, Sweaping, Tabrak Lari, tertangkap saat sweaping yang menggenakan Aksesoris BINTANG KEJORA (BK), serta menangkap saat Demo Damai, Ber-orasi dll.
Tahun berganti tahun salah seorang Rakyat Papua Menjadi Mayat yang di lakukan oleh TNI/PORI dengan membuat scenario yang merugikan dua belah pihak, Contohnya Perang suku yang di adudombahkan oleh TNI/POLRI.
DEMOKRASI HANYA…Berlaku Bagi Negara Indonesia yang melibatkan…JAWA, SUMATRA, KALIMANTAN, SULAWESI dan MALUKU serta Negara Indonesia di Deklarasikan hanya DARI SABANG sampai AMBONIA.
Dengan demikian Rakyat Papua akan terus berjuang hingga akhir. Sebab, “ HAK MENENTUKAN KEMERDEKAAN ADALAH HAK SEGALA BANGSA “ Serta “ HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI ADALAH SOLUSI DEMOKRASI BAGI RAKYAT PAPUA. !!
Lawan, lawan, lawan. >> FREEDOM WEST PAPUA >>


















Hebat..!! Perjuangan Perempuan Papua,Untuk Penentuan Nasib Sendiri.

by on 08.56

Suara Duka : Jayapura_Suara perempuan papua adalah senjata yang paling ampuh untuk mematikan lawan. Biarkan Perempuan Papua maju bersuara di pangung - pangung Perjuangan.

Perempuan Papua harus mengambil sikap di barisan depan karena suara perempua papua sangat dibutukan dalam perjuangan penentuan nasib sendiri bagi bangsa papua barat. 

"perjuangan tanpa perempuan sama saja bohong, perjuangan itu saling membutuhkan antara laki-laki dan perempuan"

Perempuan Papua harus memberikan teladan Nasionalisme kemerdakaan Papua  yang lain, untuk menyikapi segalah tindakan kekerasan yang terus di lakukan oleh aparat kolonial indonesia terhadap kita orang asli Papua ( OAP ).

NKRI belum mampu mengiplementasikan Undang-undang perlinduangan terhadap intensif hak-hak dasar perempuan. 

Sementara perempuan Papua terus di intimidasi, diperkosa, dianiaya bakan dibunuh. sehinga, Udang-Undang Dasar (UUD)  NKRI, tidak mampu menyelesaikan HAM spesifikna terhadap perempuan Papua. 

Baca Lagi : 

perjuangan tanpa perempuan sama saja bohong, perjuangan itu saling membutuhkan antara laki-laki dan perempuan.

Saatnya perempuan papua bersuara, demi kebenaran, keadilan' menyelamatkan tanah manusia Papua. Perempuan west papua harus menyelamatkan tanah dan orang papua di bumi cendrawasi.











Comments System

Disqus Shortname

Full Width CSS