SUARA DUKA : SAVE PAPUA_Persoalan mengenai pembungkaman demokrasi semakin menunjukkan derajat keterpurukkan pada prakteknya di Indonesia. Pembungkaman ini mewujud ke dalam beberapa hal seperti kasus kekerasan; pelarangan hak berpendapat, berekspresi, dan berorganisasi; kriminalisasi; bahkan tak jarang berbuntut pada kematian.
bukti pun terpapar. Kasus yang terakhir terjadi pada tanggal 15 Agustus 2016 saat Aliansi Mahasiswa Papua hendak melakukan aksi damai. Di jakarta 22 masa aksi ditangkap. Dan pemblokiran jalan di Perumnas II dan semua titik aksi kawan kawan KNPB di Adang oleh aparat kepolisian Republik indonesia banyak dari mereka di tangKaP 100an masa aksi melakukan aktivitas apapun. Tidak hanya itu, kriminalisasi juga terjadi di luar sektor mahasiswa, bahkan puluhan hingga ratusan aktivis jamak dilakukan pihak aparat sebagai alat represifitas Negara.
Kondisi darurat demokrasi melalui serentetan pembungkaman kebebasan berserikat, berekspresi dan mengemukakan pendapat dialami pula oleh banyak aktivis.
Hentikan tindakan represivitas terhadap gerakan rakyat papua
Hentikan kriminalisasi dan bebaskan aktivis gerakan AMP, KNPB Dan rakyat papua
Hentikan kekerasan terhadap aktivis gerakan rakyat
Hentikan pembungkaman terhadap ruang demokrasi di papua
Buka ruang demokrasi seluas-luas nya dan berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat West Papua.
Negara Indonesia/TNI/POLRI memperlakukan Rakyat Papua secara tidak Demokratis di atas tanah leluhurnya sendiri. Namanya Demokrasi tak berguna 100% bagi Rakyat Papua, sebab segala aksi, demo, orasi yang dilakukan oleh AKTIVIS RAKYAT PAPUA dianggap tindakan KRIMINAL oleh Negara Indonesia/TNI/POLRI serta TNI/POLRI semena-mena menangkap dan membunuh Aktivis Orang Asli Papua yang melaksanakan Demo Damai.
Tahun 1969 Hingga Detik Ini Ruang Demokrasi Tertutup Bagi Rakyat PAPUA !PEPERA yang di lakukan di kota Holandia saat itu (1969) secara tidak Jujur serta tidak adil. Pepera hanya dilakukan beberapa orang asli papua saja, serta anggota PBB yang mengikutinya mengaku pepera yang di lakukan oleh pihak Indonesia hanya memihak dan serta hanya memaksa rakyat papua tetap bertahan untuk Rakyat Papua tetap dengan Negara Indonesia. Setelah Indonesia meng-Aneksasi Rakyat PAPUA ke dalam Indonesia saat itulah Aktivis Orang Asli Papua menjadi Buruan TNI/POLRI yang hingga saat ini masih berlanjut.
Aktivis orang asli papua menjadi buruan TNI/POLRISecara kelihatan maupun tersembungi aktivis orang asli Papua di Intimidasi, di bunuh, serta menjadi DPO adalah yang di lakukan oleh Negara Indonesia secara tidak adil bagi Rakyat Papua.
Hari berganti hari salah seorang Rakyat Papua menjadi Mayat yang di bunuh oleh TNI/POLRI baik itu kelihatan maupun secara terencana
Minggu berganti minggu salah seorang Rakyat Papua menjadi Mayat yang di bunuh oleh TNI/POLRI baik itu kelihatan maupun secara tersembunyi
Bulan berganti bulan salah seorang Rakyat Papua menjadi Mayat yang di bunuh oleh TNI/POLRI dengan berbagai cara Misalnya, Sweaping, Tabrak Lari, tertangkap saat sweaping yang menggenakan Aksesoris BINTANG KEJORA (BK), serta menangkap saat Demo Damai, Ber-orasi dll.
Tahun berganti tahun salah seorang Rakyat Papua Menjadi Mayat yang di lakukan oleh TNI/PORI dengan membuat scenario yang merugikan dua belah pihak, Contohnya Perang suku yang di adudombahkan oleh TNI/POLRI.
DEMOKRASI HANYA…Berlaku Bagi Negara Indonesia yang melibatkan…JAWA, SUMATRA, KALIMANTAN, SULAWESI dan MALUKU serta Negara Indonesia di Deklarasikan hanya DARI SABANG sampai AMBONIA.
Dengan demikian Rakyat Papua akan terus berjuang hingga akhir. Sebab, “ HAK MENENTUKAN KEMERDEKAAN ADALAH HAK SEGALA BANGSA “ Serta “ HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI ADALAH SOLUSI DEMOKRASI BAGI RAKYAT PAPUA. !!
Lawan, lawan, lawan. >> FREEDOM WEST PAPUA >>











Tidak ada komentar:
Posting Komentar