Tampilkan postingan dengan label KNPB Konsulat Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KNPB Konsulat Indonesia. Tampilkan semua postingan

20 Okt 2016

KNPB Konsulat Indonesia Minta Keuskupan Manado dan GMI Minahasa Dukung Rakyat Papua.

by on 07.33


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) konsulat Indonesia meminta dukungan doa atas pelanggaran hak asasi manusia di Papua kepada keuskupan Manado dan sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa.
Hiskia Meage, ketua KNPB Konsulat Indonesia melalui surat elktroniknya kepada suaraPapua.com, Kamis (20/10/2016) menjelaskan, pertemuan dengan sekretaris jendral keuskupan Manado Sulut dilakikan pada tanggal 30 April 2016 lalu.
“Kami lakukan pertemuan dengan keuskupan Manado untuk memberitahukan dan menyerukan  berkas hasil investigasi pelanggaran HAM di Papua dilakukan oleh Komisi Keadilan dan Perdamaian Gereja Katolik Brisbae Australia yang diberi judul we Will Lose Everything sekaligus minta dukungan doa dan perlindungan terhadap orang Melanesia di Papua Barat,” jelasnya.
Kemudian, setelah hasil investigasi itu diumumkan pada 1 Mei 2016 di Manado, pada tanggal 4 Mei 2016 lalu, KNPB  konsulat Indonesia memasukan Hasil investigasi pelanggaran HAM di Papua tersebut kepada Badan Pekerja Majelis Sinode-Gereja Masehi Injili di Minahasa (BPMS-GMIM) Tomohon, Sulawesi Utara untuk dipelajari.
Setelah dipelajari, pada Rabu 19 Oktober 2016. Pukul: 11:06-11:24 WITA badan pengurus KNPB konsulat Indonesia secara resmi mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (BPMS-GMIM) di Tomohon sulawesi utara untuk mengklarifikasi tentang laporan pelanggaran HAM di Papua.
“Kami lakukan pertemuan di ruang kerjanya Bapak Pdt. Dr. Hendry C. M. Runtuwene, S.Th,.M.Si selaku Sinode GMI Minahasa dan kami juga meminta perlindungan bagi warga Papua yang ada di luar Papua dan memohon dukungan doa untuk penentuan nasip sendiri bagi bangsa Papua barat melalui Referendum di tanah Papua,” jelas Meage.
Kata Meage, menanggapi apa yang disampaikan pihaknya, ketua Sinode GMI Minahasa mengatakan, gereja adalah sebagai pelindung umat manusia, maka anak-anak berhak bermohon atas pelanggaran HAM yang terjadi di Papua dan permohonan tersebut pun memberi jawaban.
“Perjuangan orang percaya itu harus memohon biar dari pihak manapun yang  memberikan aspirasi kepada pimpinan  gereja adalah menjaga sebagai umat ciptaannya harus beri keadilan, kebebasan dan menjaga sebagai lingkungan hidup sebagai manusia yang baik bila tidak mengatasi maka itu adalah Dosa dan menjaga sebagai umat ciptaannya  apa lagi pelanggaran HAM  yang  terjadi,” katanya mengutip pernyataan Runtuwene.
Lanjut Runtuwene, “Saat ini, kami sudah lihat dan saya akan teruskan kepada atasan dan akan diteruskan ke gereja-gereja GMIM di tanah minahasa untuk mendoakan pelanggaran HAM di Papua,” katanya.
Ketua KNPB Konsulat Indonesia, Hiskia Meage mengatakan, KNPB Konsulat Indonesia telah meminta doa dan perlindungan bagi rakyat Papua dan kondisi rakyat Papua di tanah Papua. Dan permintaan tersebut, kata dia, telah disambut dengan baik oleh pimpinan gereja katolik dan GMI di Manado dan Minahasa.
“Sinode GMI Minahasa sudah sampaikan kepada kami mahasiswa maupun masyarakat Papua yang ada di luar Papua dan lebih khusus di tanah minahasa Adalah  sebagai manusia Ciptaan oleh yang maha kuasa. Dan GMI Minahasadansinode bersama gereja-gereja berkewajiban menjaga dan melindungi sesama sebagai umat Tuhan dan akan terus mendoakan nasib rakyat Papua” katanya.
 Meage mengungkapkan, pihaknya selalu mendapat teror secara langsung dan tak langsung dari orang tak dikenal maupun militer Indonesia terhadap mahasiswa, terutama aktivis KNPB dan akvitis pro Papua Merdeka di Sulawesi Utara.
“Pada saat kami sedang pertemuan, ada satu orang yang kami tidak kenal menaruh alar perekam suara di bawah kursi tempat pertemuan KNPB Konsulat Indonesia dan Pdt. Runtuwene. Dan kemudian kami lihat ada beberapa intel polisi yang selalu buntuti dan ikuti setiap aktivitas kami di luar. Dan hal itu sudah kami sampaikan kepada Pdt. Runtuwene bahwa ancaman nyata berupa teror seperti inilah yang kami selalu hadapi,” katanya.
Melihat adanya hal yang tidak beres itu, kata Meage, Pdt. Runtuwene selaku Sekretaris sinode mendoakan para aktivis KNPB. Pada saat berdoa, orang-orang yang diduga intel tersebut terus memantau dan mengambil gambar dari pintu masuk ruang pertemuan.

Berikut Foto-Fotonya :










Diakhiri rangkaian diskusi, menutup dengan doa oleh Bapak Pdt Dr. Hendry C. M. Runtuwene, S.Th;M.si  selaku Sekretaris sinode. Dalam keadaan berdoa juga pihak ketiga terus memantau dan mengambil gambar dari pintu masuk ruang pertemuan. (hanya kami tidak mengambil gambar pihak ketiga itu).

Sumber : Ketua KNPB Konsulat Heskia Meage 

29 Sep 2016

KNPB Konsulat: Bantahan indonesia, Lempar Batu Sembunyi Tangan

by on 01.36

Ucapan Terima Kasih dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia.

SuaraDukaNews : Badan Pengurus Konsulat Indonesia Komite Nasional Papua Barat [KNPB] dan seluruh Badan Pengurus [KNPB] Konsulat Indonesia Wilayah yang ada dari Sabang sampai Amboina di Indonesia dan atas Nama Bangsa Papua yang ada di luar Papua menyampaikan terima kasih kepada 7 Negara pasifik yang mengangkat Isu West Papua di PBB.

Kami patut bersyukur kepada Tuhan karena selama 50 an tahun lebih suara rakyat papua dibungkam oleh kolonial indonesia di west papua tetapi perjugan Suci rakyat papua itu bisa didengar oleh 193 negara anggota PBB tahun ini di majelis umum PBB.

Sidang Tahunan PBB Ke 71 Majelis Umum PBB tahun ini 7 Negara berpidato, masing-masing
1. PM Solomon Islands (Manasseh Sogavare)
2. PM Tuvalu (Enele Sosene Sopoaga)
3. PM Vanuatu (Charlot Salwai Tabimasmas)
4. PM Tonga (Samuela Akilisi Pohiva)
5. Presiden Marshall Islands (Hilda C. Heine)
6. Presiden Nauru (Baron Divavesi Waqa)
7. Permanent Reprentative Palau Mr.Caleb Otto
8. Perwakilan Pemerintah Solomon (Barrett Salato)

Pidato dari 7 negara ini dibantah oleh indonesia tetapi, apa yang dilakukan oleh delegasi indonesia adalah bagian dari pencitraan dengan cara lempar batu sembunyi tangan.
Sikap indonesia hanyalah untuk menghidari masalah yang dia lakukan di west Papua.

Sebab indonesia merasa rakyat papua diperlakukan dengan baik mengapa tidak mengijinkan wartawan Asing, Pelopor Khusus PBB dan tim Pencari Fakta yang diminta oleh PIF masuk ke Papua? Mengapa indonesia menutupi akses pantauan internasional secara langsung di Papua?..

Dengan pertanyaan ini kami yakin negara pedukung di pasifik dan negara lain di dunia mengerti bahwa indonesia sedang menutupi sesuatu dan bantahan dan tuduhan indonesia atas negara pasifik di sidang PBB mengenai pencitraan nama baik.


Kami Pejuang dan Rakyat Papua patut menyampaikan ucapan terima kasih kepada negara pasifik yang prihatin dengan perjuagan rakyat papua untuk hak penentuan nasib dan pelanggaran HAM secara sitematis, masif dan terstruktur oleh kolonial indonesia.

Sekalipun dari hasil pidato tersebut kami belum tahu apa yang akan terjadi tetapi, yang sangat penting adalah kondisi papua bisa di ketahui oleh negara-negara di dunia dan mereka akan sadar bahwa wilayah papua masih ada kolonialisme.

Segala upaya Indonesia untuk mempertaahankan kolonialismenya di west Papua dan berusaha menyebunyikan kebusukan mereka tetapi, kami percaya bahwa tidak akan bertahan lama, sebab tahun ini 7 negara yang bicara dan tahun depan akan meningkat, banyak negara akan bicara di PBB dan akan ada resolusi PBB untuk West Papua.
Apa pun upaya Indonesia di west Papua dan di internasional hanya bentuk pencitraan saja. Semoga publik internasional dan PBB tidak ditipu dengan kemunafikan Indonesia.
Kebenaran terkadang terlambat tetapi kebenaran tidak pernah salah dan tidak akan pernah kalah.
Sebab selama rakyat papua belum memberikan hak politik untuk menetukan masa depan bangsa maka anak cucu akan bangkit untuk terus berjuang.

Satu hal yang perlu indonesia ingat adalah masalah Papua bukan masalah regional atau masalah dalam negeri, masalah papua masalah dunia internasional. Catat itu dengan baik KNPB bersama rakyat Papua tidak akan diam dan jiwa kami tetap bersama kami untuk selamatkan bagi semua bangsa -bangsa dimuka bumi ini.

Demikian atas ucapan hangat dari kami bangsa melanesia west papua, yang ada dimana-mana mengucapkan terimakasi.

Badan Penurus Komite Nasional [KNPB] Konsulat Indonesia.

Hiskia Meage | Bram Asso
Ketua.              | Sekretaris



Sumber Dari: http://www.anginselatan.com/

Comments System

Disqus Shortname

Full Width CSS