Tampilkan postingan dengan label foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label foto. Tampilkan semua postingan

10 Sep 2016

Foto2 Aksi Solidaritas Untuk Free West Papua Dari Spanyol

by on 10.27

Dukungan global solidaritas untuk Papua Barat dari Spanyol

SuaraDukaNews_Kian hari tak ada hentinya dukungan mengalir dari berbagai belahan dunia, kini dukungan datang dari negara Spanyol untuk kemerdekaan Papua Barat atau Papua Barat untuk menentukan pilihanya, sebagai negara berdaulat seperti negara lainnya didunia ini.

Foto-foto ini akan memperlihatkan dukungan mereka terhadap orang Papua yang sedang perlahan genoside dalam tangan Indonesia, Indonesia juga negara pembunuh (kanibal) untuk orang Papua, mereka peduli mereka turut mendukung Papua Barat untuk bebas dari klonial dan penjajah yang sedang ada ini.[Free West Papua]






Persipura Curi Angka di Kandang Persija

by on 06.55

SuaraDukaNews : Solo - Persija Jakarta gagal meraih tiga poin penuh saat menjamu Persipura Jayapura, Sabtu (10/9). Dalam lanjutan laga Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 di Stadion Manahan, Solo, Jateng, pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.
Persija yang kini diasuh oleh pelatih Muhammad Al Haddad menjamu Persipura yang disaksikan sekitar 5.000 penonton pendukung kedua tim berjalan seru dan menarik.
Persija menjadi tuan rumah pada babak pertama justru mendapat tekanan dari Boaz Salossa dan kawan-kawan sehingga tim yang dijuluki "Macan Kemayoran" itu, hanya banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat yang dapat membahayakan tim tamu.
Persija mendapat peluang emas ada menit lima melalui tendangan keras Rizky Ramdani Lestaluhu yang hanya berhadapan dengan kiper Yoo Jahe Hon, tetapi bola berhasil diselamatkan salah satu pemain belakang Persipura, sehigga kedudukan masih 0-0.
Bahkan , pemain striker Persija Coulubaly Djibril pada menit 22 yang juga berhadapan dengan kiper Persipura, tetapi bolanya berhasil diblok kiper asing asal Korea itu. Gagal lagi peluang tim tuan rumah.
Sebaliknya, Persipura menit 19 mempunyai peluang emas melalui tendanga keras Imanuel Wanggai tangkap kiper Persija Andritany Ardhiyasa, sehingga belum mengubah kedudukan masih imbang 0-0.
Persipura mendapat peluang lagi melalui Greg Nwokolo pada menit 23 dan 32, tetapi baik tendangan maupun sundulan kepala bolanya tipis di atas mistar gawang Persija, sehingga kedudukan tetap imbang hingga babak pertama usai.
Persija memasuki babak kedua memasukan yang sebelumnya banyak mendapat tekanan dari Persipura, mampu keluar dan menampilkan serangan-serangan balik yang cepat dan membahayakan gawang lawan.
Persija yang asyik melakukan serangan justru kebobolan lebih dahulu pada menit 50 melalui tendangan keras, Boaz Salossa yang tinggal berhadapan dengan kiper Andritany, sehingga mengubah kedudukan menjadi 0-1 untuk Persipura.
Persija yang ketinggalan atu gol meningkatkan tempo permainan dengan serangan-serangan balik melalui Rizky Ramdani dan Djibril. Peluang emas Persija menit 55 melalui tendangan bola mati dari luar kotak penalti yang dilakukan oleh Soonhak Kong, tetapi mampu ditangkap kiper Persipura.
Persija baru mampu menyamakan kedudukan menit 61 melalui tendangan Rizky Ramdani Lestaluhu, setelah memanfaatkan umpan dari Wilian Silva, sehingga mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.
Persija melawan Persipura daam kedudukan imbang ini, kedua tim saling melakukan serangan, tetapi karena sudah kelelahan mereka kelihatan terburu-buru sehingga tendangan ke arah sering gagal dimanfaafkan dengan baik. Kedudukan imbang ini, bertahan hingga babak kedua usai.
Wasit yang memimpin pertandingan Persija melawan Persipura, Masril asal Batam, mengeluarkan kartu kuning untukNelson alon, Greg Nwokolo, Ricardo Silva (Persipura), Ismed Sofyan, SoonHak Hong (Persija).
Pelatih Persipura Angel Alfredo Vera mengatakan timnya lebih banyak peluang dibanding Persija, tetapi pemain kelihatan terlalu tergesa-gesa, sehingga hanya satu gol yang tercipta.
"Kita lebih banyak peluang, tetapi pemainnya terlalu buru-buru ingin memenangkan pertandingan sehingga banyak yang gagal," kata Alfredo.
Pelatih Persija Jakarta, Muhammad Al Haddad mengatakan pada babak pertama timnya banyak mendapat tekanan dari Persipura. Tim lawan memang kuat, tetapi babak kedua Persija bisa keluar dari tekanan dan ada du hingga tiga peluang yang seharusnya menjadi gol.
"Dua hingga tiga peluang emas harusnya menjadi gol untuk timnya, tetapi mereka tergesa-gesa hingga hanya satu saja yang membuahkan hasil," kata Al Haddad.

6 Sep 2016

KTT Forum berlangsung hari ini di FSM, Papua Barat adalah isu sensitif bagi beberapa pemerintah Pacific,

by on 20.12
KTT ke-47 Pacific Islands Forum dimulai hari ini di Pohnpei di Negara Federasi Mikronesia.
Pemimpin dari Pulau Serikat lebih kecil dari Forum Kepulauan Pasifik duduk untuk bertemu untuk KTT ke-47 di Negara Federasi Mikronesia. Foto: Pacific Islands Forum
SuaraDukaNews :Pasifik_Forum adalah pengelompokan politik 16 negara merdeka dan pemerintahan sendiri.
KTT ini diselenggarakan di bawah bendera "Kecil dan Jauh: Tantangan untuk Pertumbuhan".Pertemuan dimulai dengan kecil Pemimpin pertemuan Kepulauan Serikat, sementara semua negara pulau akan diwakili pada pertemuan Kamis dari kelompok kelompok Karibia dan Pasifik Afrika bangsa.
KTT yang tepat akan berlangsung pada hari Kamis dengan sesi set pleno untuk Jumat dan para pemimpin mundur dijadwalkan Sabtu.

Papua Barat masalah

Kegagalan Forum untuk melakukan misi pencarian fakta berjanji untuk Papua Barat .
Kepulauan Bisnis laporan Sekretaris Jenderal Forum Kepulauan Pasifik, Dame Meg Taylor, mengatakan Papua Barat adalah isu sensitif bagi beberapa pemerintah Pacific, tapi satu yang perlu diperdebatkan.
Sekretaris Jenderal Forum Kepulauan Pasifik, Dame Meg Taylor mengatakan Papua Barat adalah isu yang sensitif. Foto: AFP
Dia mengatakan kepada majalah bahwa ini adalah masalah yang perlu dikejar dan itu tidak akan pergi.
Dame Meg mengatakan negara-negara besar di kawasan seperti Australia dan Selandia Baru menyadari bahwa masalah ini tidak akan pergi tidur - dan seharusnya tidak pergi tidur, karena sangat penting bagi Pacific.
Pada Forum tahun lalu di Port Moresby keputusan dicapai untuk memiliki kursi, Perdana Menteri PNG Peter O'Neill, mengusulkan misi factfinding ke Indonesia, tapi Dame Meg mengatakan Jakarta telah mengindikasikan bahwa ia tidak akan menyambut delegasi Forum, dan tidak nyaman dengan istilah "fakta."
Sementara itu Nauru dan Tuvalu telah bergabung dengan Koalisi Pasifik di Papua Barat, menyuarakan keprihatinan mereka atas pelanggaran HAM di Papua, dan bekerja sama dengan Kepulauan Solomon, Vanuatu, Kaledonia Baru FLNKS, Gerakan Serikat Pembebasan Papua Barat dan Kepulauan Pasifik Aliansi Non -Governmental Organisasi, atau Pango.
anggota forum termasuk Australia, Kepulauan Cook, Negara Federasi Mikronesia, Fiji, Kiribati, Nauru, Selandia Baru, Niue, Palau, Papua Nugini, Republik Kepulauan Marshall, Samoa, Kepulauan Solomon, Tonga, Tuvalu dan Vanuatu.

Elvisi Tabuni Minta Gubernur Tegur Bupati Tolikara

by on 19.34

SuaraDukaNewsJAYAPURA- Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni meminta kepada Gubernur Provinsi Papua agar menegur Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo. Pasalnya pembangunan Kantor distrik di distrik Kembu, Tolikara hingga kini belum ada.
Temuan itu disampaikan Elvis Tabuni ketika menghadiri peresmian jalan Mamit-kembu oleh Gubernur Papua pekan lalu. “Disaat itu kami melihat langsung kantor distrik tidak ada, bahkan pelayanannya tidak ada,” kata Elvis Tabuni kepada wartawan di ruang kerjanya, selasa (9/9/2016) kemarin.
Elvis mengemukakan, pihaknya sempat menanyakan langsung kepada Kepala distrik Kembu dan masyarakat setempat atas keberaan kantor distrik. “Mereka pun menyampaikan bahwa bangunan kantor Distrik hingga kini tidak ada. Kantor distrik mereka gunakan di Kantor Klasis. Ini sangat tidak benar, karena Kantor Klasis difungsikan untuk keagamaan bukan pemerintahaan,” katanya.
Ia meneagskan, kehadiran Kantor distrik adalah salah satu tolak ukur adanya pembangunan. Namun apabil kantor tidak ada, maka kepemimpinan Bupati setempat patut dipertanyakan, karena dana Otsus yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua 80 persen.
“Bagaimana pemerintah mau memberikan pelayanan disana, sementara kantor perwakilan Pemerintahan tidak ada. Kantor distrik tidak, apalagi Kantor untuk Kepala Kampung. Ini harus menjadi perhatian dari Gubernur Papua untuk memperhatikan para bupatinya,” tekan Elvis.
Politisi partai Gerindara ini mengakui, dari kunjungannya itu terlihat pelayanan bagi masyarakat sangat tidak tersentuh. Bahkan masyarakat setempat selalu datang ke ibu Kota kabupaten.
“Kami melihat sangat prihatin karena kantor pelayanan masyarakat disana tidak ada. Provinsi 80 ke daerah-20 ke provinsi, sehingga Pemkab harus membangun itu. Sekarnag bagaimana kantor distrik mengumpulkan rakyat. Orangnya ada, tapi kantor tidak ada, rumah dinaspun tidak ada,” paparnya.
Elvis menegaskan, selain meminta Gubernur menegur Bupati Tolikara, pihaknya akan mengundag Bupati Tolikara untuk dilakukan Hearing/Dialog untuk menanyakan alasan ketidak adanya bangunan Kantor Distrik di Kembu. “Rencana dalam waktu dekat ini kami sudah minta penjelasan Bupati melalui hearing dialog nanti,” pungkasnya. (Loy/don)

Jenderal Kepulauan Pasifik, Minggu ini Isu Papua Barat akan menjadi agenda Utama PIF

by on 13.59

SuaraDukaNews : Pasifik_Negara Federasi Mikronesia Isu Papua Barat akan menjadi agenda di minggu ini Pacific Islands Forum, di Pohnpei, Negara Federasi Mikronesia. Dame Meg Taylor, Sekretaris Jenderal Kepulauan Pasifik Forum, mengatakan bahwa Papua Barat adalah isu sensitif bagi beberapa pemerintah Pacific, tapi satu yang perlu diperdebatkan. "ini masalah yang perlu dikejar dan itu tidak akan pergi," katanya. "Negara kami lebih besar di wilayah seperti Australia dan Selandia Baru menyadari bahwa masalah ini tidak akan pergi tidur - dan seharusnya tidak pergi tidur, karena sangat penting bagi wilayah kami." Pada Forum tahun lalu di Port Moresby, Papua Barat adalah salah satu dari lima topik inti yang diusulkan kepada para pemimpin Forum melalui Kerangka Kerja Pacific Regionalisme -. mekanisme baru untuk mengembangkan kebijakan regional dan aksi kolektif dalam komunike akhir dari puncak Port Moresby, pemimpin Pacific menegaskan kembali kedaulatan Indonesia atas dua propinsi Papua tapi "menyerukan semua pihak untuk melindungi dan menegakkan hak asasi manusia dari semua warga di Papua dan bekerja untuk mengatasi akar penyebab konflik tersebut dengan cara damai." Forum Chair Perdana Menteri PNG Peter O'Neill ditugaskan untuk mendekati Indonesia untuk mengusulkan Forum misi pencari fakta ke Papua Barat. Sebagai ketua keluar, O'Neill akan melaporkan kembali ke pertemuan minggu ini di Pohnpei, tetapi Indonesia telah membuat jelas bahwa misi apapun adalah tidak diinginkan. Dalam Pohnpei, Dame Meg Taylor menegaskan bahwa Kedutaan Besar Indonesia di Suva telah mengatakan kepada Sekretariat Forum yang Jakarta tidak akan menyambut delegasi Forum, dan tidak nyaman dengan istilah "fakta." Indonesia jelas tidak senang bahwa isu hak asasi manusia sedang terhubung ke pertanyaan yang lebih luas penentuan nasib sendiri, di suatu daerah di mana gerakan kemerdekaan di Kaledonia Baru, . Bougainville dan Guam sedang mempersiapkan untuk referendum atau plebisit pada status politik mereka Berbicara setelah pertemuan tingkat menteri di Australia Desember lalu, Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu - mantan kepala staf Angkatan Darat - mengatakan bahwa Papua Barat seharusnya tidak menjadi masalah untuk diskusi daerah: "Ada negara-negara yang terlibat dalam isu Papua. Bagi kami, Papua berada di Republik Indonesia Serikat. Tidak ada solusi lain untuk berbicara tentang hal itu, itu saja, itulah cara itu. Jadi ini adalah agar semua orang akan tahu bahwa itu tidak perlu dibicarakan. " Bahkan dengan Forum dibatasi oleh kebijakan dari anggota yang lebih besar seperti Australia, Papua New Guinea dan Fiji, negara-negara lain Kepulauan Pasifik terus mengadvokasi Barat Papua di panggung regional dan internasional. pada 2015 puncak Melanesian Spearhead Group (MSG), pemimpin Melanesia diberikan keanggotaan asosiasi untuk Indonesia, tetapi juga pengamat status Gerakan Serikat Pembebasan Papua Barat (ULMWP), organisasi payung bagi Barat . kelompok nasionalis Papua berkampanye untuk menentukan nasib sendiri tawaran ULMWP untuk keanggotaan penuh dari MSG telah diblokir oleh Papua Nugini dan Fiji, meskipun dukungan dari tiga anggota MSG lainnya: Kepulauan Solomon, Vanuatu dan gerakan kemerdekaan Kaledonia Baru Front de Liberation Nationale Kanak et Socialiste (FLNKS). Di bawah Perdana Menteri Manasye Sogavare, Kepulauan Solomon telah memperluas dukungan diplomatik untuk gerakan nasionalis Papua Barat, menyelaraskan dengan pendukung lama seperti Vanuatu dan FLNKS. Di sela-sela pekan lalu Kepulauan Pasifik Pemimpin Conference ( . PICL) di Honolulu, Perdana Menteri Sogavare mengadakan pertemuan Koalisi Rakyat di Papua Barat, pertama kali diusulkan Juli lalu Sebagai pemimpin Forum tiba di Pohnpei untuk KTT minggu ini, Sekretaris Umum Forum Taylor mencatat: "Perdana Menteri Kepulauan Solomon telah disebut negara bersama-sama lain yang tertarik dalam mengejar strategi alternatif untuk memastikan bahwa isu-isu yang berkaitan dengan Papua Barat dibangkitkan di tingkat internasional. " Kepulauan Solomon, Vanuatu dan FLNKS kini bergabung dengan Nauru, Tuvalu, Tonga dan Kepulauan Marshall, yang memiliki menyatakan dukungan untuk menentukan nasib sendiri dan mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat. Koalisi juga termasuk Asosiasi Kepulauan Pasifik Organisasi Non-Pemerintah (PIANGO), mencerminkan tumbuh kesadaran publik tentang masalah ini, informasi dari dalam Papua Barat dibagi secara internasional melalui media sosial. Memperhatikan bahwa MSG juga terpecah pada masalah, Dame Meg mengakui bahwa Forum debat akan terus menjadi salah satu yang sensitif untuk organisasi regional: "? Tantangannya di sini adalah - akan ada konsensus di antara semua pemimpin Pasifik" Perdana Menteri Sogavare tidak akan menghadiri retreat pemimpin 'ini Sabtu, tapi perdebatan akan terus di wilayah tersebut dan internasional. Berikutnya April, Indonesia harus menyerahkan nya tahunan lima Universal Periodic Review tentang hak asasi manusia ke Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan isu Papua Barat akan menjadi pusat kajian. Masalah yang sedang berlangsung impunitas atas pelanggaran HAM di Indonesia telah re-dikobarkan oleh penunjukan terbaru dari penjahat perang didakwa, Jenderal (purnawirawan) Wiranto, sebagai Menteri Koordinator Indonesia untuk Politik, Hukum dan Keamanan. Pada tahun 2003, Wiranto didakwa oleh pengadilan yang didukung PBB untuk perannya sebagai komandan militer di kekerasan pasukan keamanan selama tahun 1999 referendum kemerdekaan Timor-Leste. Meskipun janji untuk meningkatkan dialog dengan para pemimpin Papua Barat di Jayapura, pengangkatan Wiranto oleh Presiden Indonesia Joko 'Jokowi' Widodo telah mengisyaratkan bahwa tentara dan polisi akan terus memainkan peran sentral dalam transisi demokrasi di Indonesia. Sebagai orang Papua Barat terus mencari dukungan regional di pulau-pulau Pasifik, "masalah ini tidak akan pergi tidur, kata Dame Meg. Oleh Nic Maclellan (majalah Kepulauan Bisnis) di Pohnpei, 

 SUMBER: KEPULAUAN BISNIS / PACNEWS http://news.pngfacts.com/2016/09/west-papua-issue-to-be-pursued-says.html##ixzz4JVlnXX2v

Sekjen KNPB Pusat_Tunjukan sikap perlawananmu jika ko pejuang Papua Merdeka.

by on 08.22

SuaraDukaNews :Sekjen KNPB Pusat_Tunjukan sikap perlawananmu jika ko pejuang Papua Merdeka. 

Tunjukan kepada rakyatmu bahwah semua sitem dan produk hukum penjajah Kolonialisme, Kapitalisme, dan Militerisme harus di Lawan.
Tunjukanlah Kepada mereka bahwa Organisasi yang anda pimpin Adalah organisasi perlawanan.
Tunjukan perjuangan itu nyata bukan bersandiwara.
Tunjukan bahwa anda Ingin benar merdeka dan membentuk negara sendiri.


Tunjukan kepada mereka anda beda dengan mereka, 
katakan Kepada Mereka Ko Melayu dan Saya Melanesia.
Tolak semua kebijakan penjajah di Papua Barat.

jika anda takut ditangkap dan berdiam diri Maka anda sesunggunya penjajah .
Jika anda takut DPO maka anda penindas 
Jika anda takut dibunuh berarti anda kolonial
Tunduk diam bukan solusi..!
kita harus berdiri di jalan dengan kaki kita sendiri melawan semua tindakan colonial

Konsekunsi seorang pejuang hanya tiga

1. PENJARA
2. DAFTAR PENCARIAN ORANG (DPO)
3. DITEMBAK MATI

Jika Anda betul pejuang, 
Jika anda pembela kebenaran
jika oraganisasi anda benar berjuang untuk bebas
Rapatkan barisan perlawanan kita di jalan, sampaikan kepada dunia bahwa kami ingin merdeka, tanpa kita melakukan perlawanan yang nyata di jalan, orang lain tidak akan pernah tau dan tidak akan menolong kita.
Sekum KNPB Pusat

5 Sep 2016

Octo Mote_Papua Barat optimis Mendapat dukungan penuh dari Negara-Negara Melanesia Untuk Penentuan Nasib sendiri.

by on 01.18

SuaraDukaNews: Seorang pemimpin Papua Barat mengatakan dia adalah yang paling optimis ia telah berada di tahun tentang mendapatkan dukungan dari Forum Kepulauan Pasifik pertemuan pemimpin minggu ini di Negara Federasi Mikronesia.
Sekjen Gerakan United Liberation untuk Papua Barat, Octo Mote, mengatakan dukungan untuk hak asasi manusia Papua Barat dan penentuan nasib sendiri telah membangun seluruh wilayah pulau selama tahun lalu.
Dia mengatakan tahun lalu bahwa hanya MSG dan Tonga mendukung mereka, tapi tahun ini ada itu dukungan dari Mikronesia, Polinesia dan negara-negara Melanesia.
Kunci untuk optimismenya adalah advokasi yang kuat dari Solomon Perdana Menteri Kepulauan Manasye Sogavare, yang tahun lalu ditunjuk utusan pemerintah pertama bagi Papua Barat dan menyediakan dana pemerintah untuk karyanya.
Dr Mote mengatakan Marshall Islands Presiden, Hilda Heine, telah membuat jelas negaranya telah mendukung penyebab Papua Barat.
Dia mengatakan untuk Marshalls hak asasi manusia adalah masalah utama.
Dr Mote mengatakan, kasus Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri akhirnya akan kembali ke Komite Dekolonisasi PBB untuk ulasan.
The ULMWP meminta Forum untuk mendukung panggilan ke PBB untuk meninjau kasus Papua Barat.

Sumber : http://www.radionz.co.nz/international/pacific-news/312598/west-papuan-leader-rallies-support-ahead-of-summit

Octo Mote_Papua Barat optimis Mendapat dukungan penuh dari Negara-Negara Melanesia Untuk Penentuan Nasib sendiri.

by on 01.18

SuaraDukaNews: Seorang pemimpin Papua Barat mengatakan dia adalah yang paling optimis ia telah berada di tahun tentang mendapatkan dukungan dari Forum Kepulauan Pasifik pertemuan pemimpin minggu ini di Negara Federasi Mikronesia.
Sekjen Gerakan United Liberation untuk Papua Barat, Octo Mote, mengatakan dukungan untuk hak asasi manusia Papua Barat dan penentuan nasib sendiri telah membangun seluruh wilayah pulau selama tahun lalu.
Dia mengatakan tahun lalu bahwa hanya MSG dan Tonga mendukung mereka, tapi tahun ini ada itu dukungan dari Mikronesia, Polinesia dan negara-negara Melanesia.
Kunci untuk optimismenya adalah advokasi yang kuat dari Solomon Perdana Menteri Kepulauan Manasye Sogavare, yang tahun lalu ditunjuk utusan pemerintah pertama bagi Papua Barat dan menyediakan dana pemerintah untuk karyanya.
Dr Mote mengatakan Marshall Islands Presiden, Hilda Heine, telah membuat jelas negaranya telah mendukung penyebab Papua Barat.
Dia mengatakan untuk Marshalls hak asasi manusia adalah masalah utama.
Dr Mote mengatakan, kasus Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri akhirnya akan kembali ke Komite Dekolonisasi PBB untuk ulasan.
The ULMWP meminta Forum untuk mendukung panggilan ke PBB untuk meninjau kasus Papua Barat.

Sumber : http://www.radionz.co.nz/international/pacific-news/312598/west-papuan-leader-rallies-support-ahead-of-summit

Pemuda Pancasila Memalang Asrama Mahasiswa Papua Kamasan II Bandung Jawa Barat

by on 00.29
Saat Pemuda Pancasila Memalang Asrama Mahasiswa Papua Kamasan II Bandung Jawa Barat salah satu Mahasiswa Papua SW sedang memantau Aksi mereka. Kamis, (01/09/2016) Bandung, Kemari. Foto: Jebulon Bunai
SuaraDukaNews: Bandung (KM)_Dikabarkan Asrama Mahasiswa Papua Kamasan II  kota Studi Bandung telah dilakukan Pemalangan oleh Organisasi Pemuda Pancasila. Hal itu disebabkan sudah lama tak dihuni oleh Mahasiswa karena bangunan tersebut tidak layak dihuni. 

Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat (IMASEPA JABAR) Kota Studi Bandung Leonardus O. Magai mengatakan Asrama tersebut dibangun oleh pemerintah Provinsi Papua sehingga pemerintah provinsi segera mencari solusi bersama Organisasi Pemuda Pancasila dan Pemerintah Kota Bandung dalam Hal kepemilikan tanah dan IMB. 

“Maka, Saya meminta tegas kepada pemerintah Provinsi Papua agar segera menangani masalah ini dengan cepat dan tepat. Kami meminta Pemerintah Provinsi Papua dapat mengunjungi Mahasiswa Papua beserta Pemuda Pancasila untuk dapat membuka ruang diskusi demi menyelesaikan status Asrama Mahasiswa Papua Kamasan II Bandung ini,” katanya saat diwawancara media ini melalui Telepon Selullernya. Jumat, (02/09/2016) di Asrama Cilaki, sore tadi. 

  
Namun, lebih lanjut Sekjend IMASEPA JABAR menyampaikan,  hingga saat ini terkesan membiarkan status Asrama tersebut, untuk itu, kami minta kepada Pemerintah Daerah agar memperhatikan asrama  ini. 

Sementara itu, menurut saksi mata Jebulon Bunai (02/09/2016) mengatakan beberapa mahasiswa Papua kumpul di asrama yang berlokasi Cilaki 59 tersebut lalu datang beberapa orang dari Organisasi Pemuda Pancasila sambil membawa Daun Senk Alminium untuk memalang Asrama Papua sehingga kamipun kaget dan menonton aksi mereka saja, “Ujarnya.

“Kami keluar dari asrama setelah gedung asrama itu telah dipalang oleh pemuda pancasila dengan alasan mengembalikan hak milik asrama papua bandung, ”ungkap Bunai.

4 Sep 2016

KITA ORANG PAPUA HARUS BANGKIT DAN MEMIMPIN DIATAS TANAH SENDIRI.

by on 11.09
Aliansi mahasiswa papua 

SuaraDukaNews: AMP_Orang lain yang datang tidak akan pernah membangun Papua. Orang Papua sendiri yang akan bangkit memimpin dirinya sendiri,”pesan singkat Kain kepada saya mengingatkan saya nubuat Pdt. Isak Samuel Kijne yang selalu menjadi buah bibir orang Papua ketika bicara soal pembangunan Papua yang karut-marut  saat ini.

“Di atas batu ini, saya meletakkan peradaban orang Papua. Sekali pun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat, tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini. Bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri,”tulis I.S. Kijne dalam batu peradaban di Teluk Wondama.

Pesan itu menjadi situs sejarah penting dalam peradaban orang Papua.

Usai membaca nubuat hamba Gereja itu, terlintas pertanyaan di benak.  Mengapa orang bermakrifat tinggi yang mendatanggi orang Papua tidak dapat memimpin orang Papua? Kenapa orang Papua yang harus bangkit memimpin dirinya sendiri? Kapan orang Papua akan bangkit dan akan memimpin dirinya sendiri?

Nubuat hamba Tuhan ini suatu kepastian yang belum bisa kita jawab hari ini. Walaupun belum, kita yakin bahwa ‘waktu’ pasti akan menjawab. Waktu refleksi dan waktu tindakan usaha pembuktian nubuat akan menjadi satu kenyataan, orang akan Papua memimpin dirinya sendiri. Refleksi dan tindakan pembuktian nubuat itu sangat penting.

Waktu refleksi kita meyakini bahwa wejangan I.S. Kinje ini lahir dari suatu pengamatan realitas hidup orang Papua, kemudian masuk ke dalam penafsiran konteks kitas suci. Kalau bicara kitab suci, nubuat ini sangat mendasar. Kitab Perjanjian Lama orang Kristen dan juga kitab orang Yahudi menulis kisah penciptaan alam semesta dan bangsa-bangsa manusia di bumi.

Kisahnya begini. Allah menciptakan alam semesta dengan satu struktur yang sangat teratur. Allah menciptakan langit dan bumi, segala isinya, lalu berpuncak pada menciptakan manusia. Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk menguasai alam. Kuasa Allah kepada manusia untuk mengolah alam.

“Penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi,”Ktab Kejadian berkisah mengenai penciptaan dan kewenangan manusia atas alam semesta. (Baca:Kejadian 1:1-29).

Kalau kisah yang orang Kristen yakini itu satu kepastian, Tuhan tidak mungkin salah dalam menciptakan bumi, isi bumi, dan manusia Papua. Allah tidak mungkin menciptakan alam Papua yang sungguh indah, alam yang suguh kaya raya yang luar biasa ada dengan kemampuan manusia Papua yang rendah. Allah pasti menciptakan manusia Papua dengan kecerdasan dan kebijaksaan yang mampu menguasai alam ciptaan Tuhan yang menjadi miliknya.

“Orang Papua harus yakin bahwa Allah pasti menciptakan manusia Papua dengan kemampuan mengatasi keindahan dan kekayaan alam Papua,”ujar Kain dalam satu diskusi dengan saya. Lalu, kata Kain lagi kepada saya, “Karena itu, sangat salah kalau mengatakan orang Papua tidak bisa, bodoh, dan pemalas. Salahnya terletak pada sistem penyadaran orang Papua akan potensinya yang melebihi alam Papua itu.”

Orang Papua harus kembali kepada satu kesadaran penuh akan kemampuannya. Kemampuan orang Papua yang mengatasi alam itu dengan satu tujuan yang khusus: orang Papua mengolah alam yang indah menjadi lebih indah, mengolah kekayaan alam yang ada menjadi lebih kaya tanpa merusak. Hanya orang Papua yang bisa tahu dan bertidak menjadikan Papua lebih indah dan kaya. Untuk itu orang asli Papua harus bersatu tanpa memandang suku dan agama' Agar menjadi pemimpin diatas Tanah sendiri.

Karena itu, ingat! Orang lain tidak akan mungkin membangun Papua lebih indah dan lebih kaya. Orang lain pasti membuat Papua lebih rusak dan makin lebih buruk, Oleh karena itu mari kita Bersatu dan lawan Negara Kapitalisme Amerika Dan Kolonialisme Indonesia yang 
Kita rebut kembali hak-hak kita,

Tuntutan Hak Penentuan Nasib sendiri adalah hak setiap orang, dijamin oleh Hukum internasional sehingga wajib diperjuangkan oleh rakyat Papua Barat, karena Hak Politik Bangsa Papua, telah dilanggar oleh Pemerintah Indonesia, dalam pelaksanan Penetuan pendapat Rakyat pada tahun 1969 di Papua Barat, merupakan pelecehan terhadap penghormatan hak asasi manusia di muka bumi ini.
Kolonialisme Indonesia yang kini menjadi jembatan bagi kapitalisme global adalah musuh rakyat dunia yang harus dihapuskan. Pemerintah Indonesia  adalah perampok hak politik bangsa Papua, yaitu hak penentuan nasib sendiri melalui rekayasa Pepera tahun 1969. Kolonialisme dan kapitalisme (imperialisme) tanpa merasa bersalah telah menjadi aktor penentu masa depan bangsa Papua. Dari Pepera 1969 hingga paket politisasi Otonomi Khusus (Plus) 2013, kolonialisme tak henti-hentinya menjadi penentu masa depan bangsa Papua. Oleh karena itu, kita bersatu dan tuntutan hak menentuan nasib sendiri (The right of Self-determination) adalah mutlak diperjuangkan. Kita harus menjadi penentu masa depan kita sendiri,

2 Sep 2016

Yohanes Walilo, Menambang Pasir untuk Membiayai Kuliah Anak

by on 05.21
Yohanes Walilo mengumpulkan pasir di pinggir jalan, Kali STM Kotaraja Luar, Jumat (2/9/2016). 

SuaraDukaNews ; Jayapura, Jubi – Menambang pasir sudah menjadi profesi bagi Yohanes Walilo, pria 52 tahun ini. Selama tiga tahun terakhir, ia menghabiskan waktunya di kali STM Kotaraja Luar untuk mengumpulkan pasir dan dijual kepada pembelinya.
Ia mengaku, dengan menjual pasir hasil tambangnya, ia mampu menghidupi kebutuhan keluarga serta membiayai kebutuhan kuliah tiga anaknya.
Pria asal Wamena ini mengaku bekerja seorang diri. Ia mampu mengumpulkan 15 meter kubik (m3) atau satu rit untuk truk dalam waktu 3-4 hari, sebelum dijemput pembelinya.
Ia juga biasa mengumpulkan pasir menggunakan karung beras berukuran 15 dan 20 kg.
“Satu rit harga Rp500-700 ribu. Dan, untuk pasir dalam karung harga Rp30-50 ribu,” kata Yohanes saat ditemui Jubi disela-sela aktivitas nambangnya di Kali STM Kotaraja Luar, Jumat (2/9/2016).
Yohanes mengatakan tumpukan pasir ia kumpulkan di pinggiran jalan untuk memudahkan pembeli saat akan mengangkut ke dalam truk atau mobil pick up.
“Biasanya saya hanya kumpul dan jual pasir di pinggir jalan. Jadi, pembeli yang datang dengan kendaraannya sendiri,” ujarnya, yang mengaku mempunyai pelanggan baik pasir dalam bentuk rit maupun karung. 
Mobil pick up yang sedang antri mengangkut pasir hasil
 tambang di Kali STM Kotaraja Luar,
Yohanes menuturkan, sudah tiga tahun menekuni profesi sebagai penambang pasir. Namun pekerjaan tersebut hanya dilakukannya pada waktu-waktu tertentu.
“Saya di sini antara pagi dan menjelang sore hari saja,” ucapnya. “Kami yang mengumpulkan pasir di sini banyak dari depan kompleks perumahan DPRD lama di Kotaraja.”
Ia mempunyai tiga anak, yang terdiri dari dia putra dan seorang putri.  “Semua sudah kuliah,” ujar pria yang hanya menamatkan studi dibangku sekolah dasar di Wamena itu.
Dalam seminggu, Yohanes mampu menghasilkan Rp1,5-2 juta. Namun, keberuntungan itu tidak selalu ada.
“Kadang juga tidak laku pasirnya. Tapi syukur, saat ini banyak laku karena mereka beli untuk campuran pondosi dan bangun rumah,” ujarnya.
Dalam memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari keluarganya, Yohanes mengaku dibantu sang istri.
“Kalau mama biasa berjualan sayur, ubi, dan pinang di Pasar Youtefa,” terangnya. (*)

Empat Tapol KNPB Dibebaskan

by on 02.13
Alex Nekenem (kedua kiri) dan kawan-kawan (Foto: suarawiyaimana.blogspot.co.id)

SuaraDukaNews : MANOKWARI - Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mnukwar, Alexander Nekenem, bersama tiga tahan politik lainnya akan dibebaskan pada hari Sabtu (3/9) dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, mengatakan pihaknya akan turut menjemput Ketua KNPB Mnukwar,  Alexander Nekenem,  yang dibebaskan bersama tiga aktivis KNPB lainnya, Yoram Magay, Maikel Aso dan Narko Murib.
Yan Christian akan menjemput mereka bersama dengan advokat Latifah Anum Siregar (Direktris ALDP) dari Jayapura.
"Kami berharap agar semua pihak menghormati hak-hak klien kami yaitu Alexander Nekenem dan kawan-kawan yang akan bebas dan tidak memancing atau memprovokasi keadaan dan tetap menjaga kedamaian di Manokwari sebagai Daerah Injil yang khas dan dihormati selama ini," kata dia melalui siaran pers yang diterima satuharapan.com di Jakarta pada hari Jumat (2/9).
Alexander Nekenem dkk divonis 1 tahun 6 bulan dan menjalani tahanan apda 20 Mei lalu karena menggelar aksi unjuk rasa mendukung United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) serta menuntut dibebaskannya akses wartawan ke Papua.
Mereka sempat menjalani penahanan di Mako Brimob Mnukwar, Polres Mnukwar dan Lapas kelas IIB Mnukwar.
Pembebasan mereka terjadi lebih awal karena mendapatkan remisi.
Menurut Yan Christian,l 21 Mei 2016, Tim Advokasi dari LP3BH Manokwari telah memberikan layanan bantuan hukum dan pendampingan bagi keempat tahanan politik (tapol) tersebut, yakni sejak mereka disidik di Polres Manokwari.
Pendampingan hukum  kepada Alexander Nekenem dkk dilakukan bekerjasama dengan Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) serta Kontras Papua. Dalam beberapa sidang dalam perkara pidana nomor : 107/Pid.B/2015/PN.Mkw di Pengadilan Negeri Manokwari ketika itu, Nekenem, dkk sempat pula didampingi oleh Advokat Theresje Julianty Gasperz, Advokat Semuel Yensenem dan Advokat Simon Banundi, selain oleh Yan Christian sendiri. Juga turut mendampingi ketika itu adalah Advokat Latifah Anum Siregar (Direktris ALDP) dari Jayapura serta almarhumah Advokat Helena Olga Hamadi (mantan Koordinator Kontras Papua) di Jayapura.
Yan Christian menambahkan, kehadiran Tim Advokasi LP3BH dalam menjemput keempat tapol peristiwa 20 Mei 2015 itu merupakan bagian dari amanat pasal 16 dan pasal 18 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Menurut UU tersebut, advokat dalam membela perkara kliennya tidak dapat diidentikkan dengan perbuatan kliennya tersebut oleh siapapun secara hukum.
"Hal ini menjadi jelas bahwa para advokat dari LP3BH Manokwari tidak serta-merta dapat dipandang sebagai "memihak" organisasi politik manapun, termasuk KNPB semata-mata karena membela para aktivis dari KNPB ataupun OPM dan atau organisasi politik lainnya di Tanah Papua," kata Yan.
Pada 20 Mei lalu KNPB Kabupaten Manokwari melakukan aksi unjuk rasa mendukung The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) bergabung ke Melanesian Sprearhead Group (MSG)
Aksi unjuk rasa yang berujung rusuh digelar di sekitar kampus Universitas Papua, Manokwari, Papua Barat karena aparat keamanan membubarkan aksi unjuk rasa secara paksa.
Aparat kepolisian melakukan penangkapan secara paksa karena massa tidak mau membubarkan diri. Kerusuhan sempat terjadi karena tertangkapnya Alex Nekenem.

Comments System

Disqus Shortname

Full Width CSS