Tampilkan postingan dengan label OPM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPM. Tampilkan semua postingan

6 Okt 2016

Kongres OPM, Inginkan Papua Merdeka

by on 00.59
TPN-PB

SuaraDukaNews : Jayapura—Salah satu hasil kongres TPN/OPM beberapa waktu lalu, memutuskan akan tetap memperjuangkan kemerdekaan Papua dalam arti, pisah dari NKRI.

Sekedar diketahui, sebelum melakukan aksi penghadanga dan pembakaran terhadap 3 unit mobil pengangkut BBM dan bahan makanan, di Tingginambut Puncak Jaya Papua, ternyata kelompok Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) sudah menggelar Kongres Besar. Hasilnya, OPM tetap akan terus berjuang untuk kemerdekaan bangsa Papua Barat. ‘’Kami bangsa Papua tetap pada pendirian semula, mempertahankan harga diri bangsa Papua menuju kemerdekaan. Rakyat Papua akan terus berjuang melepaskan diri dari NKRI,’’ ujar Sekjen Panglima OPM Anton Tabuni dalam press realese rekaman video yang dikirim kepada wartawan di Papua.

Bahkan, lanjut Anton Tabuni yang mengaku atas nama panglima tertinggi OPM Goliat Tabuni, sebagai bentuk perjuangan, pihaknya akan terus melancarkan serangan terhadap aparat keamanan Indonesia maupun pihak-pihak yang ingin menghentikan perjuangan mereka, sekalipun presiden Indonesia terus menerus menambah pasukan di Tingginambut Puncak Jaya.’’Siapapun dia, baik sipil yang menyamar maupun aparat keamanan, akan kamu tumpas dari bumi Papua,’’tegasnya.
Dalam gambar rekaman video itu juga terekam pelaksanaan kongres OPM di wilayah Tingginambut Puncak Jaya, yang dimulai dengan upacara adat Pegunungan Papua, serta upacara pengibaran 3 bendera bintang kejora,simbol Papua Merdeka.
Anton Tabuni juga meminta seluruh bangsa Papua mendukung kemerdekaan Papua Barat, karena tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda dan tidak bisa di tawar lagi. Aparat keamanan indonesia agar segera menyerah dan angkat kaki dari Papua sambil menyuarakan Papau Merdeka.
Kemerdekaan Papua adalah hak segala bangsa maka penjajah diatas Papua harus keluar dari Papua.
Ini adalah pernyataan kemerdekaan bangsa papua’ diselenggarakan di pusat pertahanan Distrik Tingginambut Puncak jaya 31 Juni tahun 2010 Seminggu lalu Kapolda Papua Irjen Bekto Suprapto dan Panglima XVII Cenderawasih Mayjen Hotma Marbun terbang menuju Tingginambut. Kapolda menghimbau Goliat Tabuni dan pengikutnya menyerah. Namun, himbauan itu sama sekali tidak diindahkan. Kelompok OPM terus melancarkan aksi penyerangan.
Sementara itu,  dalam kunjungannya ke Sarmi Wakil Gubernur Provinsi Papua, Alex Hesegem SE, mengatakan, untuk mengangkat derajat dan martabat serta menghadirkan kesejahteraan ke atas Tanah dan orang Papua, tidak bisa dilakukan dengan hanya menabur mimpi – mimpi tentang wacana kemerdekaan kepada rakyat Papua.

“Stop mimpi Merdeka lagi, Papua harus sejahtera dalam NKRI, hentikan semua upaya untuk menggalang dukungan dan bicara Papua merdeka di luar negeri, kita harus segera datang ke kampung dan mulai bangun Papua, mulai hari ini,” tegas Wagub dalam wejangannya kepada masyarakat dan kepala kampung se- Kabupaten Sarmi di Pulau Liki dalam kegiatan Turkam-nya Rabu (21/7).
Wagub meminta hendaknya dengan adanya Program RESPEK ini semangat untuk mengangkat harga diri dan martabat orang Papua di kampung harus terus digalakkan, karena menurutnya tidak ada cara lain yang sebaik Program RESPEK, karena dengan program RESPEK maka kemerdekaan dalam artian kesejahteraan dan kemandirian bagi masyarakat kampung adalah sesuatu yang nyata dan bisa digapai, alias bukan mimpi.

“Daripada sibuk berkoar – koar di luar negeri minta Papua merdeka, lebih baik kita semua kembali ke tanah Papua, kembali ke kampung kita masing – masing untuk menggunakan kemampuan dan talenta yang Tuhan berikan untuk membangun kampung kita masing – masing”, kata Hesegem. (jir/amr)

24 Sep 2016

Kontak Senjata kembali terjadi di Puncak Jaya Papua, Dua Prajurit TNI Tertembak

by on 03.29


SuaraDukaNews : Puncak Jaya_Aksi penembakan kembali terjadi di Puncak Jaya Papua, Sabtu 24 September, sekitar pukul 11.00 WIT. Insiden ini diduga dipicu kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

Kontak senjata itu – yang terjadi di Kampung Kalisemen Punak Senyum, Distrik Irimuli – mengakibatkan satu warga sipil dan dua anggota TNI tertembak.  Penembakan berawal saat dump truck Kodim 1714 Puncak Jaya dengan nomor 5777-XVII berangkat dari markas Kodim Mulia menuju Puncak Senyum, sekitar pukul 07.30 WIT, untuk mengambil kayu bakar. 
Saat itu, truk berisi sembilan anggota TNI dan dua masyarakat, dipimpin oleh Serka Abu Khosin.  Saat berangkat dan tiba di tujuan, sama sekali belum ada gangguan. Namun, saat kembali ke Mulia dan melintas di Kalisemen, truk tiba-tiba diberondong tembakan dari atas gunung.  Pengemudi menambah kecepatan truk untuk menjauh dari lokasi. 

Namun, dua anggota TNI dan satu warga sipil sempat tertembak. Anggota TNI dari Kodim 1714 yang tertembak adalah Serda Suparman, dengan luka tembak pada bagian kaki betis sebelah kiri, dan Serda Susanto yang mengalami luka di lengan kiri akibat peluru pantul. 

Sedangkan warga sipil atas nama Winingga Tabuni mengalami luka tembak pada bagian dada sebelah kanan hingga tembus belakang.  Juru Bicara Polda Papua, Kombes Patrige Renwarin, membenarkan adanya aksi penembakan itu. "Masih menunggu data lengkap ya," ujarnya singkat.  Sementara itu, pihak Kodam 17 Cenderawasih belum memberikan keterangan resmi. Diduga pelaku adalah kelompok OPM Yambi pimpinan Lekaka Telenggen, yang selama ini kerap menebar teror dengan aksi penembakan.

Sumber: http://www.tabloid-wani.com/2016/09/kontak-senjata-di-papua-dua-prajurit-tni-tertembak.html

14 Sep 2016

Deert Tabuni Sebut Korban Penembakan Mulia Anggota Kopassus

by on 23.32
Foto korban saat bernegosiasi sama angota KNPB

SuaraDukaNews : JAYAPURA- Tokoh Masyarakat Pegunungan Tengah, Deert Tabuni, yang juga sebagai Ketua Komisi II DPR Papua memberikan pernyataan mengejutkan soal penembakan seorang guru honerer di Kabupaten Puncak Jaya.
Ia menyebut, korban penembakan di Kampung Karubate, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya bukan seorang Guru Honerer melainkan anggota Kopassus di wilayah Kabupaten Puncak Jaya.
“Korban bukan Guru tapi dia Kesatuan dari Kopassus. Itu murni masyarakat yang laporkan kepada kita. Dia yang bawa ojek dan masyarakat tahu bahwa siapa dia (korban). Itu penyampaian masyarakat kepada kami,,” kata Deer Tabuni kepada wartawan di kediamannya, Rabu (14/9/2016) sore.
Politisi Partai Golkar ini menyebutkan bahwa kasus penembakan di Puncak Jaya dalam suasana Perayaan Idul Adha ada indikasi kepentingan Pilkada untuk merebut kepercayaan masyarakat dan indikai untuk mengacaukan keamanan di daerah tersebut.
Apalagi, menurutnya, masyarakat di Puncak Jaya dan sekitarnya sedang menanti proses penyelanggaraan pesta demokrasi melalui Pilkada serentak di tahun 2017 mendatang, sehingga mengambil kesempatan untuk melakukan penembakan.
Ia menegaskan, pihaknya tidak bisa menyampaikan kalau penembakan di Puncak Jaya adalah rekayasa. Namun berdasarkan hasil komunikasi dengan masyarakat menyampaikan bahwa ada seseorang yang pergi ke Jambi atas diperintah salah satu pejabat di Puncak Jaya.
“Diperintahkan ke kampung Karubate untuk ketemu salah satu kepala kampung dan saat itu dia diancam bahwa harus kasih suara untuk kedua kalinya. Kalau tidak maka kami kami akan ditembak dengan peluru yang kami berikan ini,” katanya.
Bahkan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak TPN/OPM di wilayah kabupaten Puncak Jaya dan menyampaikan bahwa bukan dari kelompok mereka , melainkan ada oknum tertentu yang memerintahkan untuk mengancam.  Namun karena tidak diterima maka peluru tersebut dibawa kembali sehingga orang tersebut ditembak.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada Kapolda Papua, dan Pangdam, pimpinan BIS, BIN dan Kopasus agar masyarakat Papua tidak dijadikan sebagai objek bisnis.  “Jangan mencari bisnis di Papua tapi berbicara masalah Papua harus cari aktornya dibelakang dan ditindak tegas,” tukasnya.
Deert mengakui, selama ini telah memantau dan terus melakukan komunikasi dengan teman-teman yang berseberangan di Puncak Jaya. “Saya tegaskan pada mereka bahwa tidak boleh ada penembakan. Tidak boleh menghalang-halangi pembangunan yang sudah direncanakan oleh pemerintah seperti jalan dan lain-lain,” katanya.
Deer kembali meminta kepada Kapolda Papua agar masalah penembakan di Puncak Jaya benar-benar diselesaikans ecara komprehensif. Sebab masalah  Papua masuk ke Indonesia melalui perundingan PBB dan status Papua sudah jelas. “Kini sekarang bagaimana pemerintah dan masyarakat Papua serta gereja berbicara secara baik untuk mendapatkan solusinya,” pungkasnya. (Loy/don)

13 Sep 2016

Angota BIN Yang Menyamar jadi Guru SD Tewas ditembak Mati di Puncak jaya

by on 11.57

SuaraDukaNews : Mulia_Salah satu anggota Badan Inteljen Negara (BIN)  Bernama Ersya yang berpura-pura menyamar sebagai guru dan tukang ojek di distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya tertebak  Peluruh OPM hingga tewas.
Menurut sumber terpercaya, sekitar pukul 19:00 WIT terdengar suara letusan suara tembakan dari ruas jalan, Seketika itu pula aparat keamanan yg bertugas di distrik mulia itu pun datang dan menghampiri korban, ternyata korban adalah salah satu anggota BIN bernama Ersya yang di tugaskan untuk memata-matai pergerakan masyarakat di distrik mulia itu tertembak hingga tewas di tempat. akibat ditembak  mengenai kepala dibagian pelipis mata sebelah kanan tembus hingga leher belakang.

Akibat Kejadian Ini Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, saat ini dua regu Brimob kini dikirim ke kawasan Mulia untuk memperkuat pasukan yang ada untuk mengejar kelompok bersenjata 

"Dua regu pasukan brimob siap diberangkatkan ke Mulia untuk membantu mengejar para pelaku," ucap Kapolda Papua Irjen Pol Waterpauw di Jayapura, Selasa (13/9/2016).

Dia mengatakan, selain menyiapkan anggota untuk dikirim ke Mulia, anggota gabungan Polri dan TNI juga melakukan sweepinguntuk mengantisipasi masuknya senjata api atau lainnya.

Himbauan Untuk Orang asli Papua dimanapun anda berada.

Liciknya NKRI dalam memusnakan Orang Asli Papua memiliki strategi yang unik dalam segala bidang adalah wadahnya di mana prinsip utamanya untuk pemunahan Orang Asli Papua (OAP). 
Maka dalam hal ini OPM dan KNPB Seluru lapisan masyarakat West Papua harus jenius dalam membaca dan menilai segala permainan dari Badan Intelijen Negara (BIN). Salah satu fakta adalah penembakkan OPM terhadap anggota BIN di Mulia. Yang mati adalah anggota BIN yang dijuluki sebagai guru yang pengabdiannya mulia bagi rakyat, namun dia adalah harimau yang berbulu domba yang ada di tanah Papua.
Maka info penting bagi orang asli Papua harus lebih berhati-hati dengan orang-orang non Papua yang bermuka hatinya berniat jahat yang berprinsip dalam pemusnahan OAP. Segala bidang baik legal maupun ilegal sudah menjadi wadah bagi BIN, maka rakyat lebih berhati-hati dalam seluruh aspek hidup baik pergaulan atau persahabatan dengan mereka, karena Papua sedang menuju pada MERDEKA

21 Agu 2016

Legislator_ Henock Ibo, Jangan Menjual Rakyat di Wilayah Pegunungan Demi Jabatan

by on 13.48
Legislator Papua, Deerd Tabuni – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Deerd Tabuni mengingatkan para pihak yang ada di wilayah pegunungan tengah Papua, khususnya Puncak Jaya tak melakukan berbagai manuver untuk kepentingan jabatan, termasuk mengklaim berhasil membuat para anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah itu turun gunung.
Ia mengatakan, jangan menjual rakyat demi kepentingan jabatan dan materi. Aparat kemanan juga perlu jeli melihat kondisi itu. Jangan langsung percaya jika ada pejabat yang mengklaim berhasil membujuk anggota OPM turun gunung. Harus dilihat apakah mereka itu benar-benar anggota OPM atau bukan.
“Kepada pimpinan aparat keamanan jeli melihat mana sebenarnya OPM yang harus turun gunung, mana yang bukan. Jangan menyamaratakan semua. Misalnya saja beberapa waktu lalu diberbagai media ramai diberitakan sembilan anggota OPM turun gunung dan menyerahkan senjat mereka. Mereka kemudian dibawa ke Jayapura dan Jakarta. Namun ternyata, tak ada senjata yang mereka serahkan,” kata Deerd Tabuni, Minggu (21/8/2016).
Menurutnya, rangkaian dari itu, 6 Agustus lalu, dua orang yakni Tidiman Enumbi, gembala jemaat salah satu jemaat di Tinggi Neri dan Terinus Enumbi salah satu dari sembilan orang yang dinyatakan turun gunung lalu dipaksa menyerahkan senjata.
Kata Deerd yang menyatakan masih ponakan dari pimpinan OPM, Goliat Tabuni, Tidiman dan Terinus diancam jika tak menyerahkan senjata akan ditangkap. Padahal semua senjata ada di markas Goliat Tabuni.
“Data akurat yang kami dapat ada 127 pucuk senjata berbagai jenis di markas Goliat. Akibat dipaksa menyerahkan senjata, dua pihak keluarga nyaris bentrok. Menghindari bentrok, Goliat Tabuni menyerahkan pistol yang dirampas Terinus Enumbi dari aparat kemanan beberapa waktu lalu untuk dikembalikan,” ucapnya.
Ia menduga ini ada permainan yang dimainkan pejabat di daerah untuk kepentingan jabatan. Politisi Golkar meminta Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo tak berlebihan. Jangan menjual rakyat di wilayah pegunungan.
“Saya harap bupati Henock Ibo tak menjual rakyat untuk kepentingannya. Isu lalu, Rambo Wenda dan Purom Wenda menyatakan mendorong dia jadi bupati. Tapi setelah jadi bupati, justru dia Rambo dan Purom. Itu kesaksian Rambo dan Purom. Jangan merebut jabatan dengan cara-cara tak benar. Ini saya lihat sudah jual masyarakat untuk jabatan,” katanya.
Dikatakan, pihaknya tak membatasi siapapun anggota OPM yang ingin turun gunung. Itu hal baik jika mereka ingin kembali ke masyarakat. Namun jangan menyamaratakan semua masyarakat.
“Jangan hanya orang gunung yang dicap OPM. Jangan mencari makan dan jabatan dengan cara-cara tak benar. Ini proyek. Ini untuk kepentingan pribadi dan jabatan. Sebagai anak dari wilayah pegunungan tengah Papua, saya harus menyikapi ini,” imbuhnya.
Legislator Papua lainnya, Laurenzus Kadepa menyatakan, hampir setiap tahun selalu ada informasi yang menyebut puluhan, belasan hingga ratusan anggota OPM turun gunung. Kembali ke pangkuan NKRI. Namun toh hingga kini OPM tetap eksis.
“Tak ada habis-habisnya. Saya tidak tahu siapa tipu siapa. Siapa yang dapat untung. Ini masih cara-cara lama,” kata Kadepa kala itu. (*)

19 Agu 2016

TPNPB-OPM,Membanta Yang Menyerakan Diri pada HUT NKRI Itu Bukan Angota Kami.

by on 11.55
Percikan Api Yang Membara

Suara Duka : TPNPB-OPM_NEWS : Bangsa West Papua seperjuang dari Sorong sampai Samarai bahwa jangan mudah percaya publik media kolonial NKRI,
Kami TPNPB-OPM Tidak perna mau tunduk pada NKRI Sampai Hak Penentuan Nasib Sendiri.
Orang Asli Papua (OAP) jangan percaya media Musu Kolonial NKRI Yang Mempublikasi berita bahwa Angota OPM Menyerakan diri pada hari HUT NKRI Yang 71,
Sekali lagi kami menghimbau kepada Seluru Masyarakat bahwa yang menyerakan diri itu bukan Angota TPNPB-OPM, Kami tidak tau mereka dari Mana.

Rakyat West Papua Jangan Percaya itu pembohongan Publik Pemda kabupaten Puncak Jaya bahwa TPNPB-OPM telah menyerahkan diri, 
Kalo memang benar mereka angota OPM mana bukti  mereka meletakan alat kekuatan, mereka, yakni SENJATA ?
Maka kami menilai bahwa Pemda Puncak Jaya pembohong publikasi, mereka itu hanya masyarakat Perkampungan saja yang mengatas namakan TPN-OPM. demi kepentingan perut.
Kami TPNPB tidak tau siapakah nama Boni Telenggen dan teman2-nya itu kami tidak mengenal mereka. 

Yang kami kenal pimpinan dan anggota TPNPB-OPM dulu sampai sekarang masih aktif. sehingga Nama2 Pimpinan yang tersebut di 3 Wilayah/Kabupaten, yang ada sedang aktif adalah: 
1. Gen. Goliath N. Tabuni 
2. Gen. Titus Murib 
3. Gen. Anthonius Tabuni 
4. Gen. Peni Murib/Wakerkwa 
5. Brid. Lekagak G. Telenggen 
6. Brid. Okiman P. Wenda 
7. Brid. Anthon Wanimbo 
8. Brid. Militer Murib 
9. Brid. Beni S. Tabuni 
10. Brid. Gulangga Wenda 
11. Brid. Dinus T. Wakerkwa 
12. Gen. Ayub Wakerkwa 
13. Brid. Yomando Wakerkwa dll.

Jadi pimpinan dan anggota tesebut di atas ini yang masih aktif. Jadi Rakyat West Papua jangan mudah percaya media kolonial NKRI. 
Pesang bahwa kami tetap berjuang samapai Papua Merdeka/kalau tdk sampai Dunia Kiamat, tetap merjang TPNPB- OPM Free Wes Papua.

Sumber : TPN-PB OPM NEWS

Comments System

Disqus Shortname

Full Width CSS