![]() |
| Foto : Arat Polisi dan brimob mengepung asrama mahasiswa papua jogja. |
Pada Jumat (15/7) kepolisian Polda Yogyakarta menangkap tujuh mahasiswa Papua. Belum diketahui juga apa alasan dari penangkapan tersebut. Penangkapan tujuh mahasiswa Papua ini terjadi di lokasi berbeda. Empat mahasiswa ditangkap saat ingin memasuki asrama. Sedangkan sisanya, ditangkap saat keluar meninggalkan asrama. Hingga hari ini, Sabtu (16/7) dikabarkan para mahasiswa tersebut telah dibebaskan.
Di media sosial twitter sendiri, netizen ramai berkicau soal kabar warga Jogja yang meneriaki mahasiswa Papua dengan sebutan monyet. Pantauan redaksi Eveline, netizen mulai mempertanyakan keistimewaan Jogja terkait isu tersebut. “Baru dapat update kronologi peristiwa di Jogja. Orang Papua disebut sebagai keturunan monyet. Sedih sekali. Ini Jogja yg katanya istimewa?” kicau @WJB__.
“Baru dapat update kronologi peristiwa di Jogja. Orang Papua disebut sebagai keturunan monyet. Sedih sekali. Ini Jogja yg katanya istimewa?” tweet akun @alyssapangalila.
“Mahasiswa Papua di Yogya dikatain Monyet. Yang ngomong gitu monyet banget deh.” cuit @tlyrhy_.
Dikutip dari Suara Papua, ratusan polisi dan ormas berseragam Paksi Katon, Laskar Jogja, Pemuda Pancasila, dan FKPPI mengepung asrama di Jalan Kusumanegara. Para mahasiswa yang ada didalam asrama pun tak dapat keluar. Terlihat beberapa mahasiswa pun mengalami kelaparan. Sayangnya, ketika ambulan PMI yang membawa bahan makanan datang malah tidak diizinkan memasuki area asrama oleh pihak kepolisian.
Tak hanya mengepung asrama, para ormas juga diketahui meneriakkan kata- kata kotor dan nama- nama hewan. Ada juga yang melakukan pelemparan ke dalam asrama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar