Tampilkan postingan dengan label Brimob. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Brimob. Tampilkan semua postingan

24 Sep 2016

Ketua KNPB Sorong: nyaris di culik Aparat Kolonial Indonesia

by on 16.41
SuaraDukaNews : Jayapura_Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Sorong, Agustinus Aud mengaku rumahnya dikepung belasan orang yang diduga kuat aparat keamanan kolonial Indonesia sekitar pukul 03.00 subuh dini hari tadi, Sabtu (24/9/2016) di kediamannya, Jln. Mabilema, KM 11 Sorong.
Agustinus menjelaskan kronologisnya, sekitar pukul 03.00 WPB dini hari, rumahnya didatangi belasan orang dengan menggunakan senjata lengkap dan pakaian preman.
“Saya tidak lihat baik-baik karena gelap. Tetapi mereka ada bawa senjata. Mereka juga pakai pakaian hitam. Ada yang pakai penutup kepala. Mereka datang dengan mengendarai mobil dan juga motor. Ada satu mobil Avanza warna hitam, motor Vixion satu dan dua motor Mio,” ungkap Agustinus kepada suarapapua.com dari Sorong, Sabtu (24/9/2016)
Agustinus bercerita, mereka datang lalu kepung rumah. Kata Agustinus, dirinya mengunci pintu sebelum tidur. Tetapi pintu rumahnya didobrak beberapa kali oleh belasan orang itu.
“Melihat itu saya langsung kontak ke beberapa aktivis KNPB di Sorong. Lalu mereka datang. Setelah para aktivis KNPB datang sekitar pukul 04.00 subuh, lalu para aparat kolonial itu pergi semua. Jauh sebelum mereka datang, saya sempat beradu mulut dengan dorang. Tetapi saya tidak lihat muka mereka. Lalu saya juga tidak tahu mereka dari satuan mana. Yang jelas, mereka aparat. Karena ada tenteng senjata,” urainya.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh belasan aparat kolonial Indonesia itu adalah teror yang langsung diarahkan pada dirinya sebagai ketua KNPB. Ia juga menduga, upaya yang dilakukan itu untuk menculik dirinya.
“Saya tahu bahwa mereka (Indonesia) sedang gelisah dengan masalah politik Papua di tingkat Internasional. Jadi, apa yang mereka (aparat – Indonesia) lakukan ini adalah untuk tekan dan teror saya. Juga karena eskalasi politik Papua di tingkat Internasional makin meningkat. Yang saya tahu mereka datang untuk culik saya seperti ketua KNPB Sorong yang dibunuh pada tahun 2014 lalu, Martinus Yohame,” jelasnya.
Victor Yeimo, ketua KNPB Pusat, kepada suarapapua.com membenarkan adanya peristiwa itu. Ia mengatakan, mereka (aparat kolonial Indonesia) dengan senjata lengkap hendak menculik Agustinus. Pintu rumah yang terkunci didobrak paksa. Agustinus yang sedang berada di dalam rumah, menyampaikan pesan melalui dinding facebooknya.
Kata Victor, tak lama kemudian mereka meninggalkan rumah tersebut karena beberapa anggota KNPB datang ke sana. Mereka hendak culik dan bunuh sama seperti Ketua KNPB Sorong, Martinus Yohame yang mereka culik dan bunuh dua tahun lalu.
“Saya minta media meliput dan semua pihak advokasi situasi ini. Sebab, KNPB tidak berjuang sembunyi-sembunyi. KNPB berjuang terbuka, damai dan bermartabat. Untuk itu, Indonesia jangan main dengan cara-cara basi. Masalah West Papua hari ini bukan saja masalah orang Papua, tetapi keluarga Melanesia di Pasifik dan masalah masyarakat Internasional,” tegas Yeimo.

17 Sep 2016

Terkait Penembakan di Sugapa, 5 Anggota Brimob Kompi Biak Ditangkap

by on 04.30

SuaraDukaNews : Jayapura, Jubi – Lima anggota Brimob kini ditangkap di Mako Brimob  Jayapura terkait kasus penembakan Otinus Sondigau (16 th) di Sugapa, Kabupaten Puncak Jaya.

Kelima anggota Brimob asal Kompi Brimob Biak itu kini masih diamankan di Mako Brimob di Jayapura, kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, seperti dilansir Antara di Jayapura, Kamis (15/9/2016).
Menurut Waterpaw hingga kini belum bisa dipastikan peluru siapa yang mengenai korban. Sejauh ini sudah 32 saksi yang diperiksa, termasuk kelima anggota Brimob yang berasal dari kompi Biak, ujar Irjen Pol Waterpauw, seperti dikutip Antara.
Menurutnya, selain mengamankan kelima anggota Brimob, pihaknya juga sudah mengirim kelima pucuk senjata api milik mereka ke Puslabfor Makassar.
“Belum ada laporan tentang hasil pemeriksaan Puslabfor,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Waterpauw, tanpa mau mengungkapkan identitas kelima anggota Brimob.
Otinus Sondegau tewas ditembak aparat Brimob di Sugapa 27 Agustus lalu. Selain Otinus, Hans Belau juga terkena tembakan di tangan. Bersama Noperianus Belau dan Luter Lapugau mereka sempat melakukan pemalangan ojeg dalam keadaan mabuk.
Keempat remaja tersebut lalu dikejar aparat Brimob, sambil mengeluarkan tembakan. Otinus tewas tepat di depan rumahnya sendiri.(*)

13 Sep 2016

Orang Asli Papua Waspada!! Ratusan Anggota Brimob Ditugaskan ke Timika Papua

by on 12.35

SuaraDukaNews : BOYOLALI – Sebanyak 600 anggota Brimob asal Jateng ditugaskan ke Papua. Upacara pemberangkatan dipimpin Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono di Mako Brimob Gunung Kendil, Kecamatan Mojosongo, Selasa (13/9).
Mereka akan ditugaskan untuk pengamanan di objek vital nasional PT Freeport di Kabupaten Mimika, selama empat bulan. Kapolda berharap analisis daerah operasi menjadi pedoman bagi anggota dalam menjalankan tugas di Freeport. ”Ada pepatah Minang, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Anggota wajib menghormati budaya dan kultur di Papua,”kata Kapolda.
Dijelaskan, PT Freeport yang berada di Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika adalah perusahaan pengolah tembaga dan perak terbesar ketiga di dunia. Bahkan, menjadi penghasil emas terbesar di dunia. Perusahaan ini telah berkonstribusi terhadap penerimaan pajak negara hingga 1,7 persen.
Freeport adalah objek vital nasional yang punya arti penting bagi Indonesia, dana corporate social responsibility (CSR) yang dikucurkan Freeport cukup besar. ”Perusahaan tersebut mempekerjakan 12.000 orang Indonesia serta 1 persen tenaga asing. Tugas anggota adalah mengamankan objek vital tersebut.”
Dapat Gangguan
Anggota yang bertugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Papua, juga bertugas mengamankan seluruh personel di Freeport. Hal ini perlu dilakukan, karena hingga saat ini Freeport sering mendapat gangguan secara sporadis dari pasukan kriminal bersenjata di sana. Kabupaten Mimika berbatasan dengan kabupaten yang cukup rawan, yakni Kabupaten Dogiyai dan Wamena di Puncak Jaya.
Untuk itu, anggota harus siaga, karena pasukan kriminal bersenjata yang sering mengganggu di Freeport bukanlah anggota kriminal biasa. Di Papua, anggota Brimob Polda Jateng akan bertemu dengan pasukan pengamanan dari satuan lain, seperti TNI dan Brimob Polda Papua. ”Saya ingatkan lagi, jangan tinggalkan prosedur standar operasi.” Salah satu anggota Bhayangkari, Kusmiyati mengungkapkan, suaminya, Bripka Putu Rida termasuk salah satu anggota yang ditugaskan BKO ke Polda Papua.
Baginya, tugas suami adalah nomor satu. ”Sudah enam kali ditinggal suami tugas operasi ke luar wilayah, paling lama ke Aceh. Saya sengaja mengajak anak bungsu, Rendra agar tahu ayahnya bakal tugas lama di tempat jauh.” Senada, anggota Bhayangkari lainnya, Ana mengaku sudah terbiasa ditinggal tugas suaminya, Ipda Hendra.
Rata-rata setiap tugas selama empat bulan. Paling lama tugas ke Aceh, beberapa waktu lalu, yaitu selama enam bulan. ”Sudah biasa ditinggal tugas, yang penting komunikasi tetap jalan rutin.” (G10-76)

Orang Asli Papua Waspada!! Ratusan Anggota Brimob Ditugaskan ke Timika Papua

by on 12.35

SuaraDukaNews : BOYOLALI – Sebanyak 600 anggota Brimob asal Jateng ditugaskan ke Papua. Upacara pemberangkatan dipimpin Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono di Mako Brimob Gunung Kendil, Kecamatan Mojosongo, Selasa (13/9).
Mereka akan ditugaskan untuk pengamanan di objek vital nasional PT Freeport di Kabupaten Mimika, selama empat bulan. Kapolda berharap analisis daerah operasi menjadi pedoman bagi anggota dalam menjalankan tugas di Freeport. ”Ada pepatah Minang, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Anggota wajib menghormati budaya dan kultur di Papua,”kata Kapolda.
Dijelaskan, PT Freeport yang berada di Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika adalah perusahaan pengolah tembaga dan perak terbesar ketiga di dunia. Bahkan, menjadi penghasil emas terbesar di dunia. Perusahaan ini telah berkonstribusi terhadap penerimaan pajak negara hingga 1,7 persen.
Freeport adalah objek vital nasional yang punya arti penting bagi Indonesia, dana corporate social responsibility (CSR) yang dikucurkan Freeport cukup besar. ”Perusahaan tersebut mempekerjakan 12.000 orang Indonesia serta 1 persen tenaga asing. Tugas anggota adalah mengamankan objek vital tersebut.”
Dapat Gangguan
Anggota yang bertugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Papua, juga bertugas mengamankan seluruh personel di Freeport. Hal ini perlu dilakukan, karena hingga saat ini Freeport sering mendapat gangguan secara sporadis dari pasukan kriminal bersenjata di sana. Kabupaten Mimika berbatasan dengan kabupaten yang cukup rawan, yakni Kabupaten Dogiyai dan Wamena di Puncak Jaya.
Untuk itu, anggota harus siaga, karena pasukan kriminal bersenjata yang sering mengganggu di Freeport bukanlah anggota kriminal biasa. Di Papua, anggota Brimob Polda Jateng akan bertemu dengan pasukan pengamanan dari satuan lain, seperti TNI dan Brimob Polda Papua. ”Saya ingatkan lagi, jangan tinggalkan prosedur standar operasi.” Salah satu anggota Bhayangkari, Kusmiyati mengungkapkan, suaminya, Bripka Putu Rida termasuk salah satu anggota yang ditugaskan BKO ke Polda Papua.
Baginya, tugas suami adalah nomor satu. ”Sudah enam kali ditinggal suami tugas operasi ke luar wilayah, paling lama ke Aceh. Saya sengaja mengajak anak bungsu, Rendra agar tahu ayahnya bakal tugas lama di tempat jauh.” Senada, anggota Bhayangkari lainnya, Ana mengaku sudah terbiasa ditinggal tugas suaminya, Ipda Hendra.
Rata-rata setiap tugas selama empat bulan. Paling lama tugas ke Aceh, beberapa waktu lalu, yaitu selama enam bulan. ”Sudah biasa ditinggal tugas, yang penting komunikasi tetap jalan rutin.” (G10-76)

Comments System

Disqus Shortname

Full Width CSS