![]() |
| Ilustrasi (ILS) |
SuaraDukaNews, Timika--Pejabat di Badan
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB)
Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menyatakan
kasus kekerasan terhadap perempuan di
kabupaten itu masih tinggi.
Kepala BP3AKB Mimika, Alice Irene Wanma,
Jumat (21/4) mengatakan hingga 2016 jumlah
kasus kekerasan terhadap perempuan di Mimika
dari tahun ke tahun mengalami peningkatan
bersamaan degan kasus kekerasan terhadap
anak
Sementara itu, kasus kekerasan terhadap anak lebih didominasi oleh kasus kekerasan seksual.
"
Angka kekerasan terus naik setiap tahun, misalnya 2015 itu kasus kekerasan kepada anak tinggi, tahun
2016 kasus kekerasan kepada perempuan yang tinggi," tuturnya.
Versi BP3AKB Mimika, tercatat sejak JanuariMaret 2017 kasus kekerasan terhadap perempuan sudah
mencapai 20 kasus yang ditangni oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (P2TP2A) Mimika.
"
Itu kasus yang kami tangni belum terhitung dengan kasus yang tidak dilaporkan pasti lebih banyak lagi,"
ujarnya.
Bertepatan dengan perayaan hari Kartini, Alice yang juga perempuan asli Papua itu menilai perempuan Papua
khususnya di Mimika saat ini berada di dalam bahaya kekerasan yang sewaktuwaktu menimpa mereka.
"
Sosialisasisosialisasi untuk membentuk kesadaran masyarakat tentang perlindungan masyarakat sudah
sering kami lakukan termasuk sosialisasi melaui media masa namun kasusu tersebut masih terus terjadi,"
ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Alice meminta kepada para perempuan untuk tidak segan melapor kekerasan
yang mereka alami kepada pihak yang berwajib atau kepada P2TP2A Mimika. (Ant)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar