10 Jul 2016

Ringkasan dari peristiwa di Papua Barat untuk Juni - 10 Juli 2016

penangkapan lebih pada aksi unjuk rasa damai pada bulan Juni

Sampai dengan 31 aktivis KNPB ditangkap di Jayapura, Jumat 10 Juni lalu. Mereka yang ditangkap itu hanya membagi-bagikan selebaran menginformasikan kepada masyarakat tentang reli yang akan diselenggarakan pada 15 Juni mendatang. Untuk semua pembicaraan tentang Indonesia menjadi demokrasi pasukan keamanan masih harus belajar prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang menyatakan,
Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi; hak ini termasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media apa saja dan tanpa batasan. (Pasal 19)
Setiap orang berhak atas kebebasan berkumpul secara damai dan berserikat. (Pasal 20) . Rilis AWPA di
Direktur Manokwari LP3BH Yan Christian Warinussy memprotes penangkapan, "Perbuatan Kapolres Jayapura jelas melanggar prinsip-prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia yang diatur dalam KUHAP dan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia, "katanya. (Jubi 13 Juni).


Pada 13 Juni lain 65 KNPB dan mahasiswa aktivis ditangkap di Sentani dan 4 di Nabire, lagi hanya penyebaran selebaran tentang reli yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Juni.  Mereka dibebaskan pada sore hari setelah ditahan selama beberapa jam oleh polisi.

























Pada 15 Juni sebuah sejumlah besar unjuk rasa berlangsung dengan lebih dari 1000 orang ditahan. Saya t juga melaporkan bahwa lebih dari 700 pasukan keamanan pribadi dibawa untuk mengontrol para demonstran.
http://www.radionz.co.nz/international/pacific-news/306516/over-1000-detained-in-papua-for-protesting The Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat melaporkan bahwa antara 10-15 atas 1.236 orang ditangkap.

Sebuah laporan media yang di


18 tahun sejak pembantaian Biak, namun menderita masih berlangsung
Dengan PMC Editor -
Pada 2 Juli 1998, bendera Papua Barat Bintang Kejora dikibarkan di atas menara air di dekat pelabuhan di Biak. Hingga 75 orang berkumpul di bawahnya menyanyikan lagu-lagu dan menahan tarian tradisional. Sebagai rally terus, lebih banyak orang di daerah bergabung dengan nomor mencapai hingga 500 orang. Pada 6 Juli pasukan keamanan Indonesia menyerang demonstran, membantai puluhan orang. Para korban termasuk perempuan dan anak-anak yang berkumpul untuk pertemuan damai. Mereka tewas di dasar menara air. Papua lainnya ditangkapi dan kemudian dibawa ke laut di mana mereka terlempar kapal angkatan laut dan tenggelam. Tidak ada pasukan keamanan pribadi yang pernah didakwa atas pembunuhan .......




























Foto peringatan Biak Pembantaian di luar Konsulat Sydney Indonesia pada 6 Juli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments System

Disqus Shortname

Full Width CSS