27 Jul 2016

Mahasiswa Papua Tolak Disebut Makar, ini Tuntutannya ke Pemkot dan Dewan


Suara Duka : MALANG – Puluhan anggota Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (Ipmapa) Malang menolak tudingan makar dari beberapa warga Kota Malang.
Mereka mengaku selama ini mendapat diskriminasi yang mereka sebut salah alamat.
Tudingan makar itu salah satunya didapat dari adanya spanduk yang memojokkan keberadaan mereka.
Spanduk itu terpampang di tempat yang dekat dengan tempat tinggal mereka selama di Malang.
Isi dari spanduk itu intinya penolakan pelajar papua yang makar di Kota Malang.
“Ipmapa Malang sudah ada sejak 36 tahun yang lalu. Kami bukan baru di kota ini. Tapi yang kami sayangkan, tudiNgan terhadap masyarakat Papua yang ada di Malang ini sajgat membuat kami kecewa,” kata Anton Nawipa, saat menggelar orasi dalam demo yang digelar di Jalan Tugu, Kota Malang, Rabu (27/7).
Dalam demo itu, mereka menuntut pertanggungjawaban dari pemkot dan DPRD Kota Malang atas driskiminasi dan tindakan rasis itu.
Anton bilang, pemkot dan dewan mestinya dapat menjadi penengah masalah-masalah ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments System

Disqus Shortname

Full Width CSS