27 Jul 2016

Konflik di Mimika Meluas hingga ke Ilaga

Iluminasi

Suara Duka : Merauke – Bupati Kabupaten Puncak mengakui konflik di Kwamki, Narama dan Iliale, Kabupaten Mimika, Papua, telah meluas hingga ke Ilaga, Kabupaten Puncak.

Kebetulan masyarakat saya di sana. Secara adat kalau hari ini dibunuh, sorenya harus dibakar. Tapi karena mayatnya belum dibakar, maka masyarakat di sana (Ilaga) merontak,” jelas Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik, Rabu (27/7).
Sebagai kepala daerah di Puncak, Willem Wandik merasa pihaknya harus turut serta dan ikut mengambil bagian dalam menangani masalah yang sudah meluas ini. “Akhirnya, kami turun di sini dengan Pak Bupati Mimika dan Pak Kapolda. Kita akan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah di Kwamki Lama,” terangnya.
Namun, Wandik menjelaskan bahwa yang terjadi di Kabupaten Puncak sebenarnya bukan perang adat, melainkan tuntutan warga akibat konflik Senin kemarin, yang menewaskan tiga orang.
Masyarakat Ilaga di Kabupaten Puncak menuntut agar jenazah tiga korban yang meninggal dunia pada penyerangan Senin di wilayah Iliale, segera di bakar secara adat dan dipertanggungajwabkan oleh pihak dari kubu bawah.
Sebelumnya dikabarkan telah terjadi penyerangan terhadap warga di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Akibat aksi tersebut, warga Beoga harus berpindah tempat ke Ilaga yang merupakan ibu kota Kabupaten Puncak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments System

Disqus Shortname

Full Width CSS