Suara Duka : Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Timika menolak pernyataan Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Ketua DPRD Mimika, Elminus Mom, Sabtu, 23 Juli 2016 di Timika. Menurut Ketua KNPB Mimika Steven Itlay pernyataan pemimpin Mimika tak masuk akal.
“Elminus Mom yang sekarang menjabat sebagai ketua DPRD Mimika sekaligus sebagai kepala perang (aktor) pembunuh orang Papua, sanak saudara melalui konflik perang suku rakyat Papua terus korban akibat dari perang suku dan sekarang jadi lahan bisnis untuk Elminus Mom,” kata Steven melalui siaran persnya kepada Jubi di Jayapura, Jumat (29/7/2016).
Setidaknya, kata dia, Pemkab Mimika mencari solusi damai. Namun Pemkab Mimika seolah-olah mengatur skenario yang mengakibatkan rakyat menjadi korban.
Kalau masalah lain, para aparat cepat sekali mengambil tindakan yang tegas untuk mnyelesaikan masalah tersebut. Tetapi, kalau masalah perang suku ini, Bupati, DPRD, TNI dan Polri tidak mampu untuk mengatasinya karena perang ini salah satu lahan bisnis untuk Pemerintah Timika,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng meminta kepada KNPB agar tak mengadakan kegiatan yang mengorbankan warga.
“Saya minta kepada KNPB bahwa tidak boleh adakan kegiatan-kegiatan tidak boleh ada yang korban supaya KNPB juga sadar bahwa hari ini hari kemerdekaan, mereka harus menghargai kita pemerintah kalu mereka akan buat lagi itu persoalan lain dan itu bertentangan dengan hukum,” kata Eltinus.
Ketua DPRD, Elminus Mom mengatakan KNPB tak boleh lagi mengorbankan orang seperti di Jayapura di Mimika.
“Maka siapa yang provokasi-provokasi itu berarti di belakangnya KNPB itu ada lain-lain. Maka sesuai dengan mekanisme dan prosedur mereka harus sadar itu,” kata Elminus.
Namun menurut Steven Itlay puluhan tahun lamanya orang Papua kerap menjadi korban pelanggaran HAM dan tindakan kekerasan militer. PT Freeport Indonesia milik Amerika Serikat bahkan disebutnya mengorbankan banyak nyawa pemilik ulayat sejak beroperasi di bumi Amungsa.
Ketua PRD Mimika, Abihud Degey mengatakan, KNPB tidak pernah meresahkan masyarakat dan tak melakukan aksi anarkhistis di Mimika. Ia pun OAP di Mimika agar tak terpengaruh dengan pemberitaan video rekaman yang sedang beredar ini. Karena, itu semua di bawah kendali moncong senjata.
“ Juga kepada semua komponen dan denominasi gereja serta kepada semua pemerintah dan orang Papua, bahwa jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggungjawab yang sedang dibangun oleh TNI/POLRI melalui orang Papua untuk menakut-nakuti terkait dengan perang suku yang sedang terjadi di kota Timika,” kata Abihud. (*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar