Dalam sebuah wawancara emosional dengan Pasifik" Dr Giay diprediksi budaya Papua bisa hilang dalam beberapa dekade.
"Hampir setiap hari, orang-orang kami sedang sekarat.Hampir setiap hari. Papua tidak sedang dipertimbangkan oleh Indonesia. Ada yang sedang dilakukan untuk mengamankan masa depan kita.
Dia mengatakan dia terus menerima laporan dari perempuan dan anak-anak mati kelaparan dan mengklaim Jakarta menutup mata, lebih memilih untuk fokus pada infrastruktur dan layanan untuk masuknya migran non-Papua.
"Ini adalah kebijakan pembangunan anti-Papua," kata Dr Giay.
Dia berbicara sebagai negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) mempertimbangkan pemberian status keanggotaan penuh untuk Gerakan Serikat Pembebasan Papua Barat.
Vanuatu dan Kepulauan Solomon akan mendorong kuat untuk bergerak pada pertemuan puncak para pemimpin di Honiara pada 14 Juli.
Dr Giay berharap MSG dapat menekan Indonesia untuk mengadakan pembicaraan resmi tentang nasib rakyat Papua.
"Kita perlu pihak ketiga untuk berbicara dengan Jakarta. Papua tidak percaya orang Indonesia dan orang Indonesia tidak percaya Papua. Itu sebabnya kita perlu pihak ketiga untuk moderat, "katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar